Mengenal Sufi Perempuan Besar Aisyah al-Ba’uniyah _*

Ia adalah seorang sufi perempuan terbesar kedua setelah Rabiatul Adawiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam sejarah Islam sangat banyak ulama sufi yang mengajak agar umat Islam cinta dan mendekatkan diri kepada sang Ilahi. Tidak hanya sufi laki-laki, ada juga beberapa ulama sufi perempuan yang mengajarkan tentang konsep Mahabbah (Cinta), diantaranya adalah Aisyah al-Ba’uniyah.


Ia adalah seorang sufi perempuan terbesar kedua setelah Rabiatul Adawiyah. Nama lengkapnya adalah adalah Aisyah binti Yusuf bin Ahmad bin Nashir al-Ba’uni. Nama al-Ba’uniyah dinisbatkan kepada sebuah daerah bernama Ba’un yang berada di kawasan Ajloun, utara Yordania. Aisyah al-Ba’uniyah lahir di Damaskus pada 865 Hijriyah atau 1460 Masehi.


Ayahnya, Yusuf, adalah seorang hakim dari marga Ba’uni di kawasan Safed, Tripoli, Aleppo, dan Damaskus. Ayahanda Aisyah ini juga merupakan seorang ulama, ahli fikih, dan penyair.


Dari ayahnyalah Aisyah pertama kali belajar Alquran, hadits, fikih, dan sastra. Karena itu, tak heran jika Aisyah sudah bisa menghafal Alquran sejak usia delapan tahun.


Dalam buku Menjalin Ikatan Cinta Allah Swt terbitan TuROS dijelaskan kehidupan Aisyah al’Bauniyah tidak seperti kehidupan Rabiatul Adawiyah. Jika Rabiatul memilih lajang seumur hidupnya, Aisyah justru menjadi pendamping hidup seorang alim dari golongan Alawiyun, yaitu Ahmad bin Muhammad bin an-Naqib al-Asyraf.


 


 



Sumber : republika.co.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?