Menilai Narasi | Astaghfirullah




Banyak yang bertanya, bagaimana cara kita menilai seseorang, apakah dia orang yang Islami ataukah bukan. Sebab di masa kini, kita tidak bisa mengandalkan pada nama, pendidikan atau gelar

Bisa jadi orang yang mempunyai nama Islami tapi tidak Islami pola pikirnya, ataupun bisa jadi seseorang itu menempuh pendidikan yang Islami tapi arah pemikirannya malah sama sekali tidak Islami

Pertama, nilai dari suatu narasi ditentukan dari sumber yang ia gunakan. Apabila itu berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka itu adalah pendapat yang Islami, meskipun ada beda dalam mehamami suatu dalil.

Namun apabila dalil yang digunakan sudah benar, dan metode memahami juga benar, maka sebeda apapun, ia tetap narasi yang Islami

Kedua, nilai dari suatu narasi, sangat dipengaruhi dari hasil narasi tersebut. Nilai narasi sangat bisa dilihat dari ujung, atau efek daripada narasi itu. Bila ujungnya adalah ketaatan, maka itu narasi yang Islami, namun bila sebaliknya, itu narasi yang tidak Islami, meski dibungkus dengan hal-hal yang sepertinya Islami

Narasi “radikalisme” misalnya, dibungkus dengan slogan-slogan agamis, bahwa agama itu cinta damai, agama tidak ada yang menyakiti, dan lain sebagainya.

Padahal inti daripada narasi “radikalisme” di masa ini, adalah membuat kaum Muslim menjadi phobia dengan agamanya sendiri, takut untuk terlihat Islami, menjauhkan kebanggaannya dari Islam, bahkan menjadikan Islam seolah seperti biang radikalisme dan kekerasan

Ini yang akan kita coba obrolkan dalam video kali ini, selamat menyaksikan, semoga manfaat. Kalau bermanfaat, silakan share ke yang lain, kalau berkenan, boleh like dan subscribe, tinggalkan komen juga buat saran ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚



Sumber : Youtube / Felix Siauw

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply