in ,

Meraba Sejarah Suram di Museum Bom Atom Nagasaki _*

Jakarta, CNN Indonesia —

Jatuh dan meledaknya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945 silam tentu menjadi ingatan kelam tersendiri bagi warga Jepang. Gambaran-gambaran menyedihkan itu setidaknya tertuang di Museum Bom Atom Nagasaki.

Kala itu, sekitar 70 ribu orang di Nagasaki tewas akibat bom tersebut. Enam hari setelah dibombardir, Jepang menyerah dan Perang Pasifik berakhir.

Museum Bom Atom Nagasaki menjadi saksi dari peristiwa tersebut. Dibuka pada tahun 1996, museum ini menggantikan museum semula yang didirikan lebih dulu pada tahun 1955.

Museum ini didedikasikan untuk peristiwa meledaknya bom atom di Nagasaki dan pengaruhnya yang menghancurkan masyarakat kala itu.

Dikutip Japan Visitor, lokasi Museum Bom Atom Nagasaki terletak dekat dengan Taman Perdamaian Nagasaki dan berada di sebelah Balai Peringatan Perdamaian Nasional Nagasaki untuk Korban Bom Atom, yang dibuka pada tahun 2003.


Exhibits are seen on display at the Nagasaki Atomic Bomb Museum in Nagasaki on August 8, 2020. - Japan on August 9, 2020 will mark 75 years since the world's second and last nuclear weapon used in wartime was dropped over Nagasaki, killing 74,000 people. (Photo by Philip FONG / AFP)Museum Bom Atom Nagasaki menjadi saksi peristiwa kelam jatuhnya bom atom di kawasan tersebut pada Agustus 1945 silam. (AFP/PHILIP FONG)

Museum itu menjadi salah satu destinasi wisata paling menarik di Jepang. Museum juga menjadi dasar untuk memahami struktur kota pasca-perang.

Lokasinya yang strategis menjadi kelebihan dari museum tersebut. Pelancong bisa sekaligus berkunjung ke Taman Perdamaian Nagasaki, yang berada di dekatnya.

Atraksi Mengagumkan


People visit the Nagasaki Atomic Bomb Museum in Nagasaki on August 8, 2020. - Japan on August 9, 2020 will mark 75 years since the world's second and last nuclear weapon used in wartime was dropped over Nagasaki, killing 74,000 people. (Photo by Philip FONG / AFP)Museum Bom Atom Nagasaki juga menjadi salah satu destinasi wisata populer di Jepang. (AFP/PHILIP FONG)

Dibangun sebagai peringatan sekaligus penghormatan untuk korban jiwa dan korban selamat dari bom atom, museum ini memperlihatkan eksterior yang terbilang mengagumkan.

Ada empat bagian utama museum. Bagian pertama memperkenalkan kota dan budaya Nagasaki tepat sebelum bom meledak. Bagian kedua berkonsentrasi pada kerusakan yang disebabkan oleh pengeboman.

Bagian ketiga menempatkan konteks isu perang dan senjata atom. Sementara bagian terakhir adalah ruang video yang menampilkan film dokumenter yang berkaitan dengan bom atom.

Ada juga ruang kuliah di mana para penyintas serangan memberikan presentasi tentang pengalaman mereka kala itu.

Suasana pameran di dalamnya tidak kalah mencekam. Pameran menceritakan sejarah Nagasaki, baik sebelum dan setelah pengeboman.

Ketika memasuki museum, pengunjung berhadapan dengan menara air yang rusak total, yang dulu berada di Sekolah Menengah Pertama Keiho berjarak 800 meter dari hiposentrum bom. Bangunan ini menjadi salah satu bukti betapa bom telah meluluhlantakkan daerah tersebut.

Beberapa artefak yang suram seperti benda-benda milik korban yang tewas dalam ledakan juga dipamerkan. Pakaian-pakaian yang terbakar, mainan-mainan rusak, dan jam tangan yang berhenti tepat saat bom dijatuhkan.


People visit the Nagasaki Atomic Bomb Museum in Nagasaki on August 8, 2020. - Japan on August 9, 2020 will mark 75 years since the world's second and last nuclear weapon used in wartime was dropped over Nagasaki, killing 74,000 people. (Photo by Philip FONG / AFP)Atraksi yang dihadirkan di Museum Bom Atom Nagasaki juga begitu mengagumkan para pelancong. (AFP/PHILIP FONG)

Dikutip Japan Travel, banyak barang pameran yang diklaim dapat membangkitkan amarah. Penuturan langsung dari para korban selamat juga dibuat menjadi bacaan grafis khusus.

Namun, penciptaan diorama di dalamnya dinilai penting bagi museum agar dapat mencapai makna dari penyampaian pesan, yaitu berkontribusi pada penghapusan senjata nuklir dan mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

Sebagai penutup tur museum yang dramatis, Anda bisa menikmati perjalanan ekstra ke Taman Hiposentrum Bom Atom, tempat sebuah tiang batu hitam menandai lokasi meledaknya bom.

Tiang itu diselubungi banyak pita warna-warni yang dikelilingi patung dan figur yang tengah berdoa untuk perdamaian, serta mendambakan masa depan yang lebih baik.

Di tengah pandemi Covid-19, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

(can/asr)

[Gambas:Video CNN]




Sumber : cnnindonesia.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *