Merasakan Manisnya Iman | Republika Online | Astaghfirullah

Nabi Muhammad SAW bersabda:


Tiga perkara, barangsiapa terdapat padanya yang tiga perkara itu, terasalah olehnya kemanisan Iman (halawat al-iman).

1. Mencintai Allah dan rasul-Nya, lebih dari mencintai segala yang lain

2. Mencintai seseorang semata-mata karena Allah

3. Benci kembali kepada kufur, serupa dengan benci dicampakkannya ke dalam api yang bernyala-nyala (Bukhori dan Muslim)

Things to think

Dengan manisnya iman, seorang Muslim bisa tegar, sabar dan kuat dalam mengarungi kehidupan. Ia bahagia dalam cobaan hidup yang penuh penderitaan, kesengsaraan dan kesakitan.

Dengan manisnya iman di hati, ia mampu bersikap tawakal. Hal ini karena manisnya iman hanya dapat diraih tatkala semua hal di dunia ini telah dapat dilihatnya dari sisi cinta ilahiah.

Seorang pencinta sejati tidak akan pernah pantang menyerah atau merasa menderita dan tersiksa dalam memperjuangkan citanya. Ia bahkan benci (takut) untuk melakukan hal-hal (kekufuran) yang bisa memalingkan Sang Kekasih dari-Nya.

Jika kita masih merasa berat dan belum bisa merasakan leztnya menjalankan ibadah dan melakukan kebajikan antar sesama, barangkali inilah saatnya kita instropeksi. Sudahkah kita mampu menghadirkan Tuhan dan rasulnya dalam seluruh perhatian cinta kita sebagai standar rasa dan kecondongan hati kita di setiap tarikan napas kita?/taq

Sumber : republika.co.id

Featured Image : freepik

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.