Musibah yang Disebabkan Karena Dosa Diri Sendiri dan Dalilnya _* EW3

Musibah yang datang pada kita kadang tidak disadari terjadi diakibatkan karena dosa dari diri sendiri. Dosa yang diperbuat bisa saja mendatangkan musibah yang tidak kita duga. Benarkan ada musibah yang disebabkan karena dosa diri sendiri? Berikut pembahasannya.

Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุฉู ููŽุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุนู’ูููˆ ุนูŽู†ู’ ูƒูŽุซููŠุฑู

โ€œDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).โ€ (QS. Asy Syura: 30).

Hilangnya Nikmat dan Datangnya Musibah, Salah Satu Bentuk dari Dosa Akibat Diri Sendiri

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah โ€“rahimahullah- mengatakan,

โ€œDi antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.โ€ (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Baca juga:

Ibnu Rajab Al Hambali โ€“rahimahullah- mengatakan,

โ€œTidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa.โ€ (Lathoโ€™if Maโ€™arif, hal. 75)

Musibah juga Menjadi Penghapus Dosa Bagi Seseorang

Musibah yang datang karena dosa diri sendiri juga menjadi penghapus dosa bagi orang tersebut. Hanya dengan bersabar dan tawakal pada musibah yang datang, maka musibah tersebut akan menjadi penghapus dosa bagi mereka.

Dari Abu Saโ€™id dan Abu Hurairah, mereka mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ูŠูุตููŠุจู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุตูŽุจู ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽุตูŽุจู ูˆูŽู„ุงูŽ ุณูŽู‚ูŽู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูŽุฒูŽู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู‡ูŽู…ู‘ู ูŠูู‡ูŽู…ู‘ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒููู‘ูุฑูŽ ุจูู‡ู ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชูู‡ู

โ€œTidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuniโ€ (HR. Muslim no. 2573).

Dari Muโ€™awiyah, ia berkata bahwa ia mendengar sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุดูŽู‰ู’ุกู ูŠูุตููŠุจู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ููู‰ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ูŠูุคู’ุฐููŠู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽูู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูู‡ู ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชูู‡

โ€œTidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanyaโ€ (HR. Ahmad 4: 98. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth berkata bahwa sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).

Baca juga:

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

โ€œWahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.โ€ Karena memang Allah akan menyiksa seorang hamba karena dosa yang ia perbuat.

Sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูŠูุคูŽุงุฎูุฐู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุจู‘ูŽุฉู

โ€œDan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata punโ€ (QS. Fathir: 45).

Syaikh Abdur Rahman As-Saโ€™di rahimahullah menafsirkan ayat di atas,

ูŠุฎุจุฑ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ุฃู†ู‡ ู…ุง ุฃุตุงุจ ุงู„ุนุจุงุฏ ู…ู† ู…ุตูŠุจุฉ ููŠ ุฃุจุฏุงู†ู‡ู… ูˆุฃู…ูˆุงู„ู‡ู… ูˆุฃูˆู„ุงุฏู‡ู… ูˆููŠู…ุง ูŠุญุจูˆู† ูˆูŠูƒูˆู† ุนุฒูŠุฒุง ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ุฅู„ุง ุจุณุจุจ ู…ุง ู‚ุฏู…ุชู‡ ุฃูŠุฏูŠู‡ู… ู…ู† ุงู„ุณูŠุฆุงุชุŒ ูˆุฃู† ู…ุง ูŠุนููˆ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูƒุซุฑุŒ ูุฅู† ุงู„ู„ู‘ู‡ ู„ุง ูŠุธู„ู… ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆู„ูƒู† ุฃู†ูุณู‡ู… ูŠุธู„ู…ูˆู† ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูŠูุคูŽุงุฎูุฐู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฏูŽุงุจู‘ูŽุฉู ูˆู„ูŠุณ ุฅู‡ู…ุงู„ุง ู…ู†ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุชุฃุฎูŠุฑ ุงู„ุนู‚ูˆุจุงุช ูˆู„ุง ุนุฌุฒุง.

Allah Taโ€™ala memberitahukan bahwa tidak ada satupun musibah yang menimpa hamba-hamba-Nya, baik musibah yang menimpa tubuh, harta, anak, dan menimpa sesuatu yang mereka cintai serta (musibah tersebut) berat mereka rasakan, kecuali (semua musibah itu terjadi) karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan dan bahwa dosa-dosa (mereka) yang Allah ampuni lebih banyak.

โ€œKarena Allah tidak menganiaya hamba-hamba-Nya, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun, dan menunda siksa itu bukan karena Dia teledor dan lemahโ€ (Tafsir As-Saโ€™di: 899).

Baca juga:

Salah Satu Cara Allah SWT Mengampuni Dosa Hamba-Nya adalah dengan Mendatangkan Musibah

Al-Baghawi rahimahullah menukilkan perkataan seorang tabiโ€™in pakar tafsir Ikrimah rahimahullah,

ู…ุง ู…ู† ู†ูƒุจุฉ ุฃุตุงุจุช ุนุจุฏุง ูู…ุง ููˆู‚ู‡ุง ุฅู„ุง ุจุฐู†ุจ ู„ู… ูŠูƒู† ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุบูุฑ ู„ู‡ ุฅู„ุง ุจู‡ุงุŒ ุฃูˆ ุฏุฑุฌุฉ ู„ู… ูŠูƒู† ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠุจู„ุบู‡ุง ุฅู„ุง ุจู‡ุง .

โ€œTidak ada satupun musibah yang menimpa seorang hamba, demikian pula musibah yang lebih besar (dan luas) darinya, kecuali karena sebab dosa yang Allah mengampuninya hanya dengan (cara menimpakan) musibah tersebut (kepadanya) atau Allah hendak mengangkat derajatnya (kepada suatu derajat kemuliaan) hanya dengan (cara menimpakan) musibah tersebut (kepadanya)โ€ (Tafsir Al-Baghawi: 4/85)

Abul Bilad berkata pada โ€˜Alaโ€™ bin Badr mengenai ayat,

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุฉู ููŽุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูƒูู…ู’

โ€œDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiriโ€, dan sejak kecil aku sudah buta, bagaimana pendapatmu? โ€˜Alaโ€™ berkata,

ูุจุฐู†ูˆุจ ูˆุงู„ุฏูŠูƒ

โ€œItu boleh jadi karena sebab orang tuamuโ€.

Baca juga:

Seseorang bisa jadi mudah lupa terhadap ayat Qurโ€™an yang telah ia hafal karena sebab dosa yang ia perbuat. Adh Dhohak berkata,

ู…ุง ู†ุนู„ู… ุฃุญุฏุง ุญูุธ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุซู… ู†ุณูŠู‡ ุฅู„ุง ุจุฐู†ุจ

โ€œKami tidaklah mengetahui seseorang yang menghafal Qurโ€™an kemudia ia lupa melainkan karena dosaโ€. Lantas Adh Dhohak membacakan surat Asy Syura yang kita bahas saat ini. Lalu ia berkata,

ูˆุฃูŠ ู…ุตูŠุจุฉ ุฃุนุธู… ู…ู† ู†ุณูŠุงู† ุงู„ู‚ุฑุขู†.

โ€œMusibah mana lagi yang lebih besar dari melupakan Al Qurโ€™an?โ€

Itulah penjelasan singkat mengenai musibah yang disebabkan karena dosa diri sendiri. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : dalamislam.com
Musibah yang Disebabkan Karena Dosa Diri Sendiri dan Dalilnya
Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam