Newcastle Diakuisisi Pangeran Arab Rp5,9 Triliun, Nasib Steve Bruce Terancam

loading…

NEWCASTLE – Akuisisi klub Newcastle United senilai Rp5,9 triliun oleh konsorsium milik Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman, Public Investment Fund (PIF) berdampak pada banyak hal. Salah satunya menyangkut masa depan Steve Bruce sebagai pelatih kepala.

Steve Bruce mulai menukangi Newcastle pada 2019 saat menggantikan posisi Rafael Benitez . Kedatangannya diharapkan bisa membuat The Magpies secara pelahan naik sampai enam besar di kompetisi Liga Inggris.

Baca Juga: Villa vs Everton: Rekor Tak Terkalahkan Rafa Benitez Terputus

Namun, selama dipegang Steve Bruce, Newcastle United hanya dapat bersaing di papan tengah klasemen Liga Inggris. Sementara pada pertandingan awal Liga Inggris 2021/2022 , Newcastle hanya berada di posisi ke 19.

Dari tujuh laga yang telah dijalani, mereka belum mendapatkan satu kemenangan. Skuat asuhan Steve Bruce hanya mendapat tiga kali hasil seri dengan torehan tiga poin.

Lantas dengan catatan tersebut membuat para penggemar Newcastle tidak senang. Nampaknya mereka menuntut untuk segera pergantian pelatih.

Dalam wawancaranya bersama The Telegraph, Jumat (8/10/2021) Steve Bruce mengaku bahwa pemilik baru memang menginginkan pelatih baru, yang levelnya lebih top.

Baca Juga: Kalahkan Taiwan, Indonesia Bakal Naik 6 Peringkat di Ranking FIFA

Lebih lanjut, Steve Bruce menjelaskan bahwa dirinya kini tengah pasrah dengan situasi tersebut. Namun, ia berharap Newcastle di tangan pemilik baru bisa bersaing di kompetisi domestik Liga Inggris di masa mendatang.

“Saya ingin melanjutkan, saya ingin kesempatan untuk menunjukkan kepada pemilik baru apa yang bisa saya lakukan, tetapi Anda harus realistis dan mereka mungkin ingin manajer baru meluncurkan sesuatu untuk mereka,” ucap Steve Bruce kepada The Telegraph, dilansir dari Ninetyminutes, Jumat (8/10/2021).

“Pemilik baru biasanya menginginkan manajer baru. Saya sudah cukup lama untuk memahami itu,” imbuhnya.

“Keputusan itu tidak ada pada saya. Saya menerima itu dan saya akan menerima apa yang datang dengan cara saya. Saya harus menunggu untuk melakukan percakapan itu dengan orang-orang ketika waktunya tepat,” sambungnya.

“Ini bukan tentang saya, saya tidak bisa cukup menekankan itu. Saya telah mengatakan dari hari pertama berita pengambilalihan ini keluar ke publik, bahwa itu adalah hal terbaik untuk klub sepak bola,” pungkasnya.

(sto)

Sumber : sindonews.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?