Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Engkau Dustakan? _*

Setiap pagi, kita membuka mata. Kita bernafas, merasakan dinginnya udara pagi, dan merasakan kesibukan di pagi hari. Kita terburu-buru ke sekolah, ada yang ke kantor, ke pasar, dan beragam kesibukan lainnya. Terkadang, kita ditimpa kesialan di tengah jalan. Kehilangan dompet, terlambat, bahkan merasa waktu di pagi hari itu terlalu menyesakkan untuk dilalui.

Sejenak berhentilah dari rutinitas. Lihatlah alam sekitar. Hiruplah nafas panjang. Dan perhatikan betapa Allah mencintai kita. Dia masih memberimu kehidupan, di tengah kesulitan yang melanda. Tidak punya uang bukan masalah, kita masih diberi kesehatan. Sementara itu, kesehatan adalah harta yang paling berharga.

Kehilangan seseorang yang dicintai? Awalnya terasa menyesakkan dan mungkin saja kita sulit melupakan kejadian ini. Namun, seiring waktu kita harus berusaha ikhlas melepas seseorang itu dan berbaik sangka kepada Allah. Sungguh, nikmat Tuhan itu tiada dua.

“Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang Engkau dustakan?” (Ar-Rahman:28).

Allah menciptakan semua segala sesuatunya dengan sempurna. Jadi, mengapa harus mengeluh, bersedih atas segala sesuatu yang menimpa kita. Tiada sulit bagi-Nya untuk memberi dan melepas nikmat yang Dia berikan kepada kita. Adapun, apabila nikmat itu dicabut, akan ada hikmah di dalamnya yang tidak kita ketahui. Karena Allah Maha Tahu atas segala sesuatu.

Janganlah kita menerka-nerka buruk atas segala kejadian yang kita alami. Padahal, kita belum pernah tahu apa yang ada di dalamnya. Sekali-kali jangan, karena Allah Maha Tahu akan apa yang terjadi dalam hidup ini.

Jadi, sahabat jalani hidup kita dengan tawaqqal kepada-Nya. Berserah diri, karena kita tahu, segala sesuatu itu, terjadi atas kehendak-Nya. Tidak ada satu peristiwa yang luput dari penglihatannya. Tidak ada satu peristiwa yang akan terjadi, tanpa izin-Nya.

Seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-An’aam ayat 59 “Dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)…”

Jadi, Allah itu maha tahu. Apapun peristiwa dalam hidup kita. Senang, sedih, kecewa silih berganti. Sekecil apapun luka, semua atas izin Allah SWT, yang maha mengetahui.

“…Allah mengatur urusan makhluknya” (Ar-Rad :2).

jadi, jika berpikir bahwa bertemu dengan seseorang dan akhirnya ditakdirkan berpisah. Itu bukan suatu kebetulan. Allah maha tahu atas diri kita. Pasti ada tujuan dibalik hal itu, mengapa orang yang terkasih yang harus dahulu meninggalkan dunia yang fana ini.

Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Allah telah mengaturnya sedemikian rupa. Kita tidak mengetahuinya. Namun orang yang selalu sabar dan tawaqqal atas segala ketetapan-Nya akan mendapat kemenangan dan ketenangan batin. Bukankah Allah bersama orang-orang yang sabar dan menegakkan sholat?

Jadi, sahabat Islam semuanya, apapun yang terjadi pada kita hari ini. Semua itu adalah anugerah. Allah menjadikan peristiwa itu, karena ada gunanya untuk kehidupan kita.

Bersyukurlah walau itu pahit dan sulit untuk dijalani. Sungguh, udara yang kita hirup adalah bentuk kasih sayang Allah. Sekali-sekali, dapatkah manusia menciptakan udara?

Mata yang kita gunakan untuk melihat adalah anugerah dari Allah juga. Dapatkah manusia menciptakan mata itu sendiri? Jadi, semua yang ada dalam tubuh kita adalah pemberian Allah yang sempurna.

Jadi, apa lagi yang kita keluh kesahkan hari ini? Bersyukurlah Allah masih memberi kehidupan. Allah masih memberikan rumah kontrakan yang bocor, masih ada kaki yang luar biasa hebat menopang perjalanan kita, di kala ketiadaan sepeda motor atau mobil. Sungguh, semua yang ada dalam diri kita ini luar biasa.

“Jadi, nikmat Tuhan mana lagi yang Engkau dustakan?”

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?