Pandemi Covid-19 Juga Merusak Mata Anak-anak _*

Jakarta, CNN Indonesia —

Pandemi Covid-19 memang menyerang berbagai aspek kehidupan, bahkan sebuah penelitian menunjukan Covid-19 juga berpengaruh pada kesehatan dan penglihatan, terutama anak-anak.

Analisis data tes mata dari hampir 2.000 anak usia sekolah yang dilakukan di Hong Kong mengungkapkan tingkat rabun jauh yang berkembang selama pandemi meningkat lebih dari dua kali lipat, hal ini juga telah dilaporkan dalam Jurnal Oftalmologi Inggris.

“Studi kami menunjukkan bahwa lebih sedikit waktu yang dihabiskan di luar ruangan dan lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan, termasuk waktu di depan layar, dikaitkan dengan perkembangan rabun jauh atau miopi,” kata penulis studi Jason CS Yam yang juga merupakan profesor oftalmologi dan ilmu visual di Chinese University of Hong Kong, kepada NBC News.

Yam dan rekan penelitiannya memeriksa 709 anak berusia 6 hingga 8 tahun antara Januari dan Agustus 2020 dan mengikuti mereka selama rata-rata 7,89 bulan. Para peneliti kemudian membandingkan data dari 1.084 anak dalam rentang usia yang sama yang dipelajari sebelum munculnya Covid.

Dari situ ditemukan, selama pandemi, rabun jauh atau miopi pada anak meningkat sebanyak 26,98 persen, lebih dari dua kali lipat insiden tahunan yang biasanya sebanyak 11,63 persen pada kelompok pra-pandemi.

Para peneliti juga melihat berapa banyak panjang aksial – diukur dari kornea ke bagian belakang mata – berubah dari waktu ke waktu. Pada anak-anak dengan rabun jauh progresif, panjang aksial meningkat seiring bertambahnya usia anak, sehingga jika mata dapat dilihat secara profil akan terlihat lebih lonjong alih-alih melingkar.

Perkiraan perubahan panjang aksial tahunan di antara anak-anak selama pandemi adalah 0,45 millimeter, dibandingkan dengan 0,28 pada kelompok pra-Covid.

Para peneliti juga menemukan “perubahan signifikan” dalam gaya hidup anak-anak selama pembatasan Covid, waktu di luar ruangan berkurang 68 persen, dan waktu menatap layar meningkat 2,8 kali lipat.

Miopi atau rabun jauh memang tampak tidak terlalu berbahaya, padahal kondisi ini bisa meningkatkan risiko komplikasi mata lainnya hingga menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Industri kacamata meningkat


BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber : cnnindonesia.com
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?