Pemberdayaan Ekonomi Nahdlatul Ulama | Profil Nahdlatul Ulama › LADUNI.ID _*

[ad_1]

4. Ta’awun
Ta’awun
berarti tolong menolong atau saling menolong antara sesama dalam kehidupan. Ini sesuai dengan jati diri manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa ada kerjasama dengan makhluk lainnya: sesama manusia, dengan binatang, maupun dengan alam sekitar. Setiap warga nahdliyyin harus menyadari posisinya di tengah masyarakat, harus bisa menempatkan diri, bersedia menolong dan butuh pertolongan. Dalam ajaran agama islam, tolong menolong merupakan prinsip bermu’amalah. Karena itu dalam jual beli misalnya, kedua belah pihak harus mendapat keuntungan, tidak boleh ada satu pihak yang dirugikan. hal ini sesuai dengan prinsip ta’awun, yakni pembeli menginginkan barang sedangkan penjual menginginkan uang.

Bila setiap bentuk muamalah menyadari prinsip ini muamalah akan terus berkembang dan lestari. Jalan perekonomian pasti akan terus lancar. Bila prinsip ta’awun ini ditinggalkan, maka akan merugikan diri sendiri dan dalam bermuamalah akan mengalami banyak kendala.

5. Al-Istiqamah
Al-istiqamah
adalah sikap mantap, tegak, konsisten, dan tidak goyah oleh godaan yang menyebabkan menyimpang dari aturan hukum yang perundangan. Di dalam Alqur’an dijanjikan kepada orang yang beriman dan beristiqamah, akan memperoleh kecerahan hidup, terhindar dari ketakutan, dan kesusahan sehingga ujungnya mendapatkan kebahagiaan. Untuk mendapatkan sukses hidup warga nahdliyyin juga harus memegang konsep istiqamah ini, tahan godaan, dan tidak tergiur melakukan penyimpangan yang hanya menjanjikan kenikmatan sesaat dan kesengsaaraan yang panjang. Sikap konsisten akan membuat kehidupan menjadi tenang yang bisa menumbuhkan inspirasi, inisiasi, dan kreasi yang bisa mengatasin segala tantangan dan rintangan. Istiqamah akan menghindarkan dari kesulitan hidup.

Program dasar Nahdlatul Ulama di bidang kesejahteraan ekonomi ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata, kesejahteraan umat atas dasar peri-kemanusiaan dan akhlakul karimah. Tujuan ini meliputi seluruh warga Nahdlatul Ulama, umat Islam, dan masyarakat pada umumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diambil langkah- langkah sebagai berikut.

  1. Mengorganisasikan pengelolaan masalah zakat, infaq, dan shadaqah secara proporsional. Mengorganisir pengelolaan wakaf, hibah, wasiat agar lebih berdaya guna dan berhasil guna bagi kesejahteraan umat.

  2. Mendirikan pelayanan kesejahteraan masyarakat seperti mendirikan rumah sakit, pantai asuhan, balai pendidikan, dan berbagai usaha yang berhubungan dengan kepentingan umum.

  3. Menumbuhkan jaringan-jaringan kerja ekonomi ditingkat perkotaan maupun pedesaan agar menjadi lembaga yang maju dan berkembang pesat.

  4. Melakukan pendekatan-pendekatan dengan kelompok- kelompok yang bergerak memberdayakan perekonomian baik yang berada di dalam ataupun di luar negeri.

  5. Mendirikan koperasi perdagangan atau industri di setiap wilayah atau daerah sesuai dengan kondisinya masing-masing.

Sumber: Buku Aswaja dan Ke-NU-an, Ma’arif NU DIY, 2004



[ad_2]

Source link : laduni.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin