Pemerintah Tetapkan Pembatasan Jawa-Bali, Buat Umat Muslim Ingat Pesan Nabi: Jangan Bepergian! _*

Pemerintah resmi menerapkan pembatasan di wilayah Jawa-Bali sejak 11 hingga 25 Januari. Pembatasan ini juga disebut sebagai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Ini tertuang dalam Instruksi Menteri Nomor 1 Tahun 2021 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah di Jawa dan Bali.

Kebijakan PPKM ini dipilih pemerintah dibandingkan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini lebih dikenal dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, PPKM diterapkan karena pemerintah melihat disiplin masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 perlu ditingkatkan.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman ketika pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan upaya pembatasan kegiatan masyarakat pada pertengahan September 2020, kasus aktif Covid-19 bisa ditekan sebanyak 54 ribu selama kurang lebih 1,5 bulan.

“Artinya, ini pengalaman kita ulangi lewat pembatasan dan kita harapkan persentasenya lebih besar dari pada periode September awal. Jadi, kalau saat itu penurunan 20 persen dan kita berharap periode ini persentase kita turunkan itu jauh lebih besar,” kata Doni dalam jumpa pers tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali, Kamis (7/1).

Lebih jauh, Doni mengatakan bahwa Indonesia harus memanfaatkan seluruh jaringan pemerintah sampai tingkat kelurahan. Ia mengaku, pihaknya bersama Kemendagri sudah berkooordinasi serta mengundang jajaran kepala untuk mengaktifkan kembali posko penegakan protokol kesehatan.

“Bagi mereka yang abai tentu perlu diberikan sanksi dan kita harapkan ketegasan-ketegasan dari para pihak yang memang memiliki kewenangan untuk mengatur itu semua,” ucap dia.

Doni juga mengharapkan semua komponen di pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa bekerja sama dalam pelaksanaan PPKM. Menurutnya, Indonesia bisa jadi bangsa pemenang bila bersatu memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kami juga berharap mari kita selalu bersatu semua di bawah komando kepala negara untuk bisa menghadapi Covid-19 ini . Kita dituntut membuktikan kesetiaan kita pada negara, kita sebagai WNI punya hak kewajiban membela negara, ini momentum terbaik kita,” tuturnya.

Untuk diketahui, merujuk data kawalcovid19.id per 7 Januari 2021 pukul 16.11, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 797.723 kasus. Artinya, ada lonjakan 9.321 kasus dari hari sebelumnya. Ini tentu saja kabar yang tidak menggembirakan. Dan, lagi-lagi hari kemarin itu pecah rekor lagi sebagai kasus harian terbanyak.

Nah, jika sudah begini, maka sebagai masyarakat dan warga negara yang baik, kita memang sepatutnya turut membantu kerja-kerja pemerintah dengan, salah satunya, mengikuti himbauan agar menghindari kerumunan dan tidak bepergian.

Lebih-lebih buat segenap umat Muslim. Ingat, jauh-jauh hari Nabi Muhmmad udah bersabda, “kalau kau mendengar ada wabah di suatu tempat, maka jangan pergi ke sana. Sebaliknya, jika wabah itu tepat berada di tempatmu, maka jangan ke mana-mana.” Hadis ini bersumber dari Usamah bin Zayd dan direkam oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (mutafaqun alaih).

Source : islami.co
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?