Pemilihan Kalimat dalam Komunikasi Islam yang Mendatangkan Keajaiban _*

Komunikasi adalah cara seseorang dapat mengemukakan isi pikirannya. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non verbal. Komunikasi secara verbal sering kita jumpai pada para pendakwah maupun guru-guru kita.

Seseorang yang ingin mengemukakan pendapatnya harus mampu melakukan komunikasi verbal yang baik, seperti dengan memilih kalimat yang ampuh.

Dalam Islam, pemilihan kalimat memiliki peran yang sangat penting, sebab hal itu merupakan salah satu upaya agar Islam dapat disebarkan secara luas ke penjuru dunia.

Pemilihan kalimat yang tepat dapat merubah gaya berpikir seseorang atau bahkan dapat menggerakkan penduduk pada suatu negara. Mari kita telaah betapa pemilihan kalimat yang tepat dapat mempengaruhi bahkan merubah dunia:

Kita bisa simak kisah Nabi Adam dan Iblis, ketika Iblis memilih kalimat yang tidak tepat sehingga membuatnya menerima hukuman dari Allah hingga hari kiamat.

Kemudian kisah Nabi Nuh, ketika Nabi Nuh memilih kalimat sebagai doa kepada Allah, sehingga Allah mengabulkan doanya dengan menenggelamkan separuh populasi manusia karena kekufurannya kepada Allah.

Kemudian kisah Nabi Ibrahim, ketika Nabi Ibrahim memilih kalimat yang tepat untuk anaknya agar bersedia menjalankan perintah Allah sehingga anaknya mematuhinya.

Kemudian kita simak kisah Nabi Yusuf ketika memilih kalimat yang tepat, berupa strategi kenegaraan saat memimpin Mesir, sehingga Mesir terbebas dari bencana kelaparan akibat kemarau yang panjang.

Kemudian kisah Nabi Sulaiman, ketika memilih kalimat yang tepat dalam suratnya kepada Ratu Bilqis, hingga pada akhirnya Ratu Bilqis beserta rakyatnya taat dan menyembah Allah.

Kemudian kita simak kisah Nabi Musa ketika beradu argumen dengan Fir’aun tentang eksistensi Tuhan. Ketika Fir’aun bertanya Tuhan Musa ada dimana, Nabi Musa menjawab Tuhanku adalah Allah yang meliputi Langit dan Bumi.

Kemudian Fir’aun menjawab, Aku berjalan di muka bumi tidak menemukan Tuhan, Aku naik di atas piramida juga tidak menemukan tuhan.

Lalu Nabi Musa menjawab, Tuhanku adalah Allah yang menciptakan engkau dan orang-orang sebelummu, hingga akhirnya membuat semua orang yang mendengarkan hujjah Nabi Musa tersadar. Jika Fir’aun tuhan, lalu siapa Tuhannya orangtua dan nenek moyang Fir’aun.

Kita simak bagaimana Nabi Muhammad memilih kalimat yang tepat saat di tengah Perang Khandaq. Beliau berkata, dengan izin Allah, umat Islam akan menaklukkan konstatinopel. Hingga pada tujuh tahun berikutnya, kalimat itu terbukti.

Begitu banyak contoh tentang dahsyatnya pemilihan kalimat ini. Pada era kontemporer, kita juga dapat menyimak kisah-kisah orang hebat yang mampu memilih kalimat yang tepat untuk mempengaruhi dunia.

  • Kita simak bagaimana Imam Ghazali memilih kalimat yang tepat sehingga mampu memberikan pemahaman kepada dunia tentang sisi sufistik.
  • Kita lihat bagaimana para mufassir abad pertengahan dengan ketawadhuannya menafsirkan Al Quran yang begitu kompleks dengan memilih kalimat yang dapat dipahami oleh orang awam.
  • Kita bisa simak bagaimana tokoh pembaharu Islam di Mesir, Syekh Muhammad Abduh, menuangkan isi pikirannya untuk merubah muslimin Mesir yang pada saat itu terjebak pada kejumudan melalui surat kabar.
  • Kita juga bisa simak kisah Bung Karno, Bung Tomo, Ki Hajar Dewantara, RA Kartini, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan dan banyak tokoh lain yang mampu memilih kalimat sehingga mampu merubah keadaan menjadi lebih baik.

Namun pemilihan kata yang tidak tepat dapat merubah perilaku seseorang, mempengaruhi sudut pandang, dan menciptakan gerakan-gerakan terlarang seperti gerakan teror, kudeta, dan propaganda.

Saudaraku, kita sudah mengamati begitu banyak contoh pemilihan kalimat yang baik dapat merubah tatanan dunia, sedangkan pemilihan kalimat yang tidak baik dapat menerbangkan misil dan senjata.

Maka dari itu, sebagai umat islam kita seharusnya mampu menggunakan dan memilih kalimat yang tepat, baik ketika bermasyarakat maupun bernegara.

Di era teknologi ini, banyak ditemukan kasus-kasus informasi palsu yang diedarkan secara luas. Hal ini disebabkan oleh pemilihan kalimat yang tidak tepat, yang pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan dan kerusuhan.

Wahai saudaraku, hanya gunakan dan pilihlah kalimat yang baik dan tepat, karena dengan itu kita akan tetap menjadi umat yang bersatu di bawah naungan rahmat Allah SWT. Aamiin.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?