Pengantar Tafsir Surah al-Sajdah; Nama Lain dan Manfaat Membacanya _*

BincangSyariah.Com – Surah ini dinamakan dengan surah al-Sajdah sebab di dalamnya disebutkan adanya orang-orang mukmin yang bersujud dan bertasbih kepada Allah Swt. ketika mendengar ayat-ayat al-Qur’an “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhan-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri” (Q.S.al-Sajdah: 15).

Para ulama memberikan penamaan lain untuk  surah ini di antaranya:

Pertama, surah Alif Lamiim Tanzil. Penyebutan tersebut berdasarkan sebuah hadits:

عن جابر بن عبد الله: “إن النبيء صلى الله عليه وسلم كان لا ينام حتى يقرأ {ألم تَنْزِيلُ} [السجدة: 1, 2] و {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ} [الملك: 1]

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwa sesungguhnya Nabi SAW. tidaklah tidur hingga beliau membaca “Alif Lamim Tanzil” (al-Sajdah: 1-2) dan “Tabarokalladzi Biyadihi al-Mulk” (Q.S.al-Mulk : 1) (HR.al-Tirmidzi).

Kedua, surah Alif Lamim Tanzil al-Sajdah, penamaan ini  berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW. pada shalat fajar di hari Jumat membaca “Alif Lamim Tanzil al-Sajdah” dan “Hal ata ‘Ala al-Insan” (Q.S.al-Insan : 1) (HR.Bukhari).

Ketiga, Ibnu ‘Asyur menyebutkan nama lain surah ini dengan surah al-Madhaji’ ‘pembaringan‘, penamaan itu muncul sebab di dalam surah ini terdapat kata al-Madhaji’ dalam ayat “Tatajafa Junubuhun ‘Ani al-Madlaji’i “ (Q.S.al-Sajdah : 16).

Keempat, Ibnu ‘Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir menyampaikan bahwasanya Imam al-Thabrasi menyatakan bahwa nama lain surah ini ialah “Surah Sajdah Luqman” dan mengalasi penamaan ini dengan tujuan :

لوقوعها بعد سورة لقمان لئلا تلتبس بسورة “حم السجدة” –وهي سورة — بعد سورة المؤمنين.

“(Penamaan tersebut) dikarenakan surah ini berada setelah surah Luqman, (juga) supaya tidak serupa dengan surah “Ha’mim  al-Sajdah” yaitu surah setelah surah al-Mu’minin”.

Surah al-sajdah merupakan salah satu surah yang diturunkan di tanah Makkah (Makiyah) dalam pandangan mayoritas ulama tafsir. Dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abas bahwa surah ini merupakan surah Makkiyah kecuali tiga ayat, yaitu ayat delapan belas hingga dua puluh satu.

Ulama lain menambahkan pengecualian terhadap dua ayat, yaitu ayat enam belas hingga tujuh belas. Semua pengecualian tersebut dimasukan ke dalam ketegori Madaniyah (ayat yang diturunkan di tanah Madinah). Dari perselisihan status surah ini, Ibnu ‘Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir memberikan jalan tengah:

والذي نعول عليه أن السورة كلها مكية وأن ما خالف ذلك إن هو إلا تأويل أو إلحاق خاص بعام

“Hal yang menjadi bijakan kami ialah surah ini diturunkan di tanah makkah ( Makiyah). Pendapat yang tidak sesuai dengan hal itu sesungguhnya hanya (berdasarkan) teori Ta’wil (Interpretasi) atau Ilhaq (Penyamaan khusus dengan ‘Am)”

Wahbah al-Zuhaili dalam karyanya al-Tafsir al-Munir menyebutkan keserasihan surah al-Sajdah dengan surah sebelumnya yaitu Luqman sebagai berikut:

Pertama, kedua surah tersebut menyampaikan tentang kepercayaan (tauhid). Pada surah Luqman disebutkan tentang akidah serta hari kelak dikumpulkanya semua makhluk dan kedua hal ini sebagai penutup surah, kemudian dilanjutkan pada awal surah al-Sajdah dengan sebuah risalah atau kenabian.

Kedua, sebagian ayat pada surah al-Sajdah merupakan penjelas maksud (Syarh) untuk surah sebelumnya seperti:

Ayat “Kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitungan-mu” (Q.S.al-Sajdah : 05) sebagai penjelas firman-Nya dalam menyampaikan hal-hal yang ghaib pada ayat “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat” (Q.S.Luqman : 34).

Ayat “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus” (Q.S.al-Sajdah : 2_) sebagai klasifikasi dari ayat “Dan Dia-lah yang menurunkan hujan” (Q.S.Luqman : 24).

Ayat “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya” (Q.S.al-Sajdah : _) merupakan penjelas dari ayat “Dan Dia mengetahui apa yang ada dalam rahim” (Q.S.Luqman : 34).

Ayat “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi” (Q.S.al-Sajdah : 05) sebagai penjelas dari ayat “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakan besok” (Q.S.Luqman : 34).

Ayat; Dan mereka berkata “apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhannya. Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmu kamu akan dikembalikan (Q.S.al-Sajdah : 10-11) sebagai penjelas ayat “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati” (Q.S.Luqman : 34).

Para ulama menyampaikan beberapa faidah dari surah al-Sajdah di antaranya:

Dari sahabat jabir bahwasanya rasul SAW. tidaklah tidur hingga membaca surah Alif Lamim Tanzil dan ayat “Tabarokalladzi Biyadihi Al-Mulk” dan (rasul) berkata:

هما تفضلان كلّ سورة في القرآن سبعين حسنة ، ومن قرأهما كتبت له سبعون حسنة ، ومحي عنه سبعون سيئة ، ورفع له سبعون درجة

“Kedua (surah tersebut) melebihi setiap surah dalam al-Qur’an dengan selisih tujuh puluh kebaikan. Dan barang siapa membaca keduanya maka dituliskan tujuh puluh kebaikan baginya dan dilebur darinya tujuh puluh keburukan serta diangkat tujuh puluh derajat untuknya” (HR.al-Tirmidzi).

Dalam hadits lain :

من قرأ سورة الم تَنْزِيلُ أعطي من الأجر كأنّما أحيا ليلة القدر

“Barang siapa membaca surah Alif Lamim Tanzil maka dia akan diberi pahala sebagaimana (pahala) menghidupkan Lailatul Qodar”.

Dalam al-Tahrir wa al-Tanwir disampaikan ada seorang ulama fiqh bernama Khalid bin Ma’dan dari kalangan Tabi’in dan dia  meninggal pada tahun seratus tiga dari hijrah nabi. Ia berkata :

بلغني أن رجلا يقرؤها ما يقرأ شيئا غيرها، وكان كثير الخطايا فنشرت جناحها وقالت: رب اغفر له فإنه كان يكثر من قراءتي فشفعها الرب فيه وقال: اكتبوا له بكل خطيئة حسنة وارفعوا له درجة اهـ

Saya mendapatkan kabar bahwa ada seorang laik-laki yang dipenuhi dengan dosa kesalahan, dia membaca surah tersebut serta tidak pernah membaca apapun kecuali surah tersebut. (Kemudian) surah tersebut berkata “Tuhanku, ampunilah untuknya sebab dia telah memperbanyak membacaku”. Kemudian Tuhan mengabulkanya dan berkata “Tulislah untuknya setiap kesalahan menjadi kebaikan serta angkat derajatnya”.

 Wallahu A’lam.

Source : Bincangsyariah.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?