Pengertian, Dalil dan Keutamaannya yang Penting Diketahui _*

umroh


Salah satu ibadah yang memberikan pengalaman rohani yang sangat berharga adalah ibadah umroh. Bagaimana tidak, kita diajak “berwisata” ruhiyah dengan berkunjung ke rumah Allah.

Setiap umat Islam pastinya menginginkan untuk berangkat ke Kota Suci Makkah. Menghidupkan kembali ruhiyah yang mungkin sempat padam.

Banyak pengalaman berharga yang pastinya akan membuat “momen” spiritual sendiri dan tentunya menumbuhkan kecintaan kepada sang khaliq.

Terlebih kamu bisa berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan merasakan kehangatan kehadiran beliau yang pastinya menambah rasa cinta kepada sang pembawa risalah.

Tidak heran bahwa setiap muslim mendambakan untuk hadir di sana melalui ibadah ini.

Namun, biar kamu mengenal ibadah ini lebih dalam yuk pahami melalui artikel ini. Kita akan bedah pengertian, dalil dan keutamaan serta fakta menariknya di tahun 2020.

Baca Juga: Hajar Aswad (Pengertian, Sejarah dan Keistimewaannya)

umroh
sumber: unsplash

Pengertian Umroh

Dari segi bahasa, umroh berasal dari kata i’timar yang memiliki arti yaitu ziarah. Lebih lengkapnya menziarahi ka’bah dan melaksanakan thawaf di sekelilingnya.

Kemudian dilanjutkan dengan lari-lari kecil (sa’i) di antara Shafa dan Marwa, serta bertahallul (mencukur rambut) tanpa melaksanakan wukuf di arafah.

Mengutip pengertian dari Kementrian Agama Republik Indonesia dalam buku Bimbingan Manasik Haji, umroh memiliki pengertian yaitu berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf, sa’i dan bercukur dengan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Lalu, bedanya apa dengan haji?

Ibadah haji memiliki waktu yang telah ditentukan dan diwajibkan untuk wukuf di Arafah, sedangkan umroh tidak memiliki waktu tertentu (bebas kapanpun) dan tidak ada wukuf di Arafah.

Baca Juga: Tips Memiliki Tabungan Umroh

Dalil tentang Umroh

Salah satu dalil yang memperkuat ibadah ini yaitu hadist Nabi SAW yang diambil dari kitab Minhatul ‘Allam fi Syarhi Bulughil Maram karya Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan –hafizhahullah

Hadist Nabi SAW berbunyi sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Panduan Lengkap Tabungan Haji untuk Umur 20-an

umroh
sumber: unsplash

Keutamaan

Tidak ada satupun ibadah yang Islam hadirkan tetapi tidak memiliki keutamaan. Pasti ia memiliki keutamaan termasuk ibadah yang satu ini.

Lantas, apa saja keutamaannya? Sebenarnya ada banyak tetapi kita akan bahas tiga diantaranya.

Penghapus Dosa

Ibadah yang satu ini ternyata bisa menghapus dosa sebagaimana hadist Nabi SAW,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.

“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.”

Menghilangkan Kefakiran

Ibadah ini juga bisa menghilangkan kefakiran atau kondisi kekurangan sebagaimana dalam hadist Nabi SAW,

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.”

(HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Bagian dari Jihad

Sebagaimana ibadah haji, ibadah umroh juga merupakan sebuah aktivitas jihad seorang muslim. Sebagaimana hadist Nabi SAW,

‘Aisyah berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).

Penutup

Umroh sebagai sebuah ibadah sunnah, memang memiliki banyak keutamaan. Namun, dianjurkan oleh para ulama untuk tidak memperbanyak ibadah ini.

Ada beberapa alasannya, salah satunya karena Rasulullah SAW semasa hidupnya hanya melaksanakan ibadah ini hanya empat kali.

Yang terpenting dari ibadah ini adalah keikhlasan dan hasilnya kita menjadi seorang hamba yang semakin dekat kepada sang pencipta.

Jika kamu tertarik dengan konten keislaman seperti, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Islam. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

Source : qazwa.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin