Pengertian Nikmat Kubur Dalam Islam Beserta Dalilnya _*

Kematian merupakan hal yang pasti terjadi. Kapan waktunya hanya Allah yang mengetahui. Setiap manusia hendaknya mempersiapkan diri selagi masih hidup. Kita tentu mengetahui adanya surga dan neraka, bukan?

Hampir setiap diri menginginkan tempat terbaik di sisi-Nya yakni surga. Oleh karena itu, memperbanyak amal baik merupakan upaya untuk meraih keridhaan Allah agar kelak mendapat tempat di surga-Nya.

Dalam Islam, ada istilah yang dinamakan nikmat kubur. Sebenarnya apakah nikmat kubur itu?

Nikmat kubur merupakan balasan terbaik dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi mukmin yang meninggal dunia. Sebagaimana yang dijelaskan ayat tentang kematian dalam Islam berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,

كَذَٰلِكَ يَجْزِي اللَّهُ الْمُتَّقِينَ- الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

”Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa. (yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), “Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl: 31-32).

Mukmin yang dimaksud ialah ia yang taat kepada Allah dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

Dalam ayat lain dikatakan bahwa,

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ – وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ – وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ – فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ – تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ – فَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ- فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ

”Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar? Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.” (QS. Al-Waaqi’ah : 83-89).

Dari ayat di atas dikatakan bahwa kabar gembira tentang nikmat kubur telah disampaikan kepada mukmin sejak proses pencabutan nyawanya. Allah memberikan ketentraman dan kenikmatan ketika mengambil nyawa seseorang yang taat beriman. Oleh karena itu, begitu penting untuk mengetahui cara meningkatkan iman dan taqwa untuk meraih keridhaan-Nya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya apabila salah seorang dari kalian meninggal (ketika berada di alam kubur. pent), maka akan ditampakkan calon tempat tinggalnya nanti di akhirat, setiap pagi dan petang. Bila dia penghuni surga maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka.
Lalu dikatakan kepadanya,” Ini calon tempat tinggalmu nanti. Hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu di hari kiamat” (HR. Bukhari & Muslim).

Sebaliknya bagi mereka yang ingkar terhadap perintah dan nikmat Allah, maka akan dijauhkan dari nikmat kubur. Salah satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan ialah sholat fardhu 5 waktu. Dan bagi umat Islam yang meninggalkannya akan dikenakan konsekuensi berupa dosa meninggalkan shalat 5 waktu.

Firman Allah Ta’ala,

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ ۖ

“(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” (QS. Al-An’aam : 93).

Betapa mengerikannya azab kubur sehingga kita harus berusaha untuk menghindarinya. Hiduplah dalam jalan yang lurus sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Banyak berkah yang insya Allah akan kita dapatkan ketika kita istiqomah meningkatkan iman dalam Islam.

رَأَيْتُ فِي مَقَامِي هَذَا كُلَّ شَيْءٍ وُعِدْتُمْ حَتَّى لَقَدْ رَأَيْتُنِي أُرِيدُ أَنْ آخُذَ قِطْفًا مِنْ الْجَنَّةِ حِينَ رَأَيْتُمُونِي جَعَلْتُ أُقَدِّمُ وَلَقَدْ رَأَيْتُ جَهَنَّمَ يَحْطِمُ بَعْضُهَا بَعْضًا حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَأَخَّرْتُ

Aku (yakni Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam) melihat di tempatku berdiri ini, segala sesuatu yang dijanjikan kepada kalian. Sampai aku melihat diriku ingin memetik setangkai buah dari surga, ketika kalian melihatku melangkah maju. Aku juga melihat neraka Jahanam yang saling menghancurkan satu sama lain, itu terjadi saat kalian melihatku melangkah mundur.” (HR. Muslim).

Dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu’anhu, beliau berkata, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

اِنَّمَا نَسَمَةُ اْلمُؤْمِنِ طَائِرٌ تَعَلَّقَ فِى شَجَرِ اْلجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللهُ اِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ.

Sesungguhnya ruh orang mukmin itu adalah burung yang bergelantung di pohon surga. Hingga Allah mengembalikan ruh itu ke badannya di hari kiyamat nanti” (HR. Malik, Ahmad dan Nasai. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam tahqiq beliau untuk kitab Aqidah Thahawiyyah).

Itulah ulasan singkat mengenai pengertian nikmat kubur dalam Islam. Semoga dapat menambah ilmu pengetahuan menurut Islam dan meningkatkan rasa cinta dan ketakwaan kita terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin insya Allah.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?