Perang Khandaq: Latar Belakang – Kronologi dan Dampaknya

Salah satu peperangan yang terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Perang Khandaq. Perang yang terjadi pada bulan Syawwal tahun 5 H ini memberikan kemenangan bagi umat Islam.

Perang Khandaq disebut juga dengan Perang Parit, Pertempuran Al Ahzab, Pertempuran Konfederasi, atau Pengepungan Madinah.

Latar Belakang Perang Khandaq

Sekelompok orang Yahudi dari kalangan Bani Nadhir yang sudah diusir oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Madinah ke Khaibar menemui kaum Quraisy di Mekkah untuk berkoalisi melawan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka menjanjikan bahwa kaum Quraisy akan mendapatkan bala bantuan yang dibutuhkan.

Ajakan untuk berkoalisi melawan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini tentu tidak disia-siakan kaum Quraisy.

Akhirnya beberapa pimpinan kaum Quraisy dan Yahudi tersebut bergegas pergi ke Ghathafan untuk memperkuat koalisi dengan mengajak penduduk Ghathafan bergabung. Ajakan ini pun disambut baik kaum Ghathafan.

Setelah koalisi terbangun dan pasukan terbentuk, pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb dan pasukan Ghathafan yang dipimpin oleh ‘Uyainah bin Hishn berangkat menuju Madinah.

Penyebab terjadinya Perang Khandaq

Perang Khandaq yang terjadi di bulan Syawwal tersebut dipicu oleh pengusiran yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap orang-orang Yahudi dari Madinah ke Khaibar.

Pengusiran ini bukanlah tanpa sebab. Menurut sejarah, pengusiran terhadap kaum Yahudi dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Bani Nadhir.

Pengkhianatan yang dilakukan Bani Nadhir adalah melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama yaitu tidak akan mengganggu dan menyerang umat Islam.

Namun fakta berbicara lain. Mereka terus terusan mengganggu dan menyerang umat Islam bahkan berkoalisi dengan kaum Quraisy untuk menyerang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Puncaknya adalah mereka bermaksud membunuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau dan para sahabat mendatangi kampung Bani Nadhir untuk membayar diyat dua orang dari Bani ‘Amir yang dibunuh ‘Amr.

Ketika beliau tengah duduk-duduk bersama para sahabat seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Ali bin Abi Thalib, dan sahabat lainnya, kaum Bani Nadhir berencana untuk membunuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka berencana menjatuhkan kayu/batu ke atas kepala Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam hingga pecah.

Namun, sebelum rencana itu terlaksana, Allah telah memberitahukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melalui malaikat Jibril ‘alaihis salam mengenai rencana jahat Bani Nadhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bergegas meninggalkan tempat itu diikuti oleh para sahabatnya.

Setelah kejadian tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengutus Muhammad bin Maslamah untuk menyampaikan pesan kepada Bani Nadhir bahwa mereka harus meninggalkan Madinah.

Beliau memberikan tenggat waktu hingga sepuluh hari kepada Bani Nadhir untuk pergi meninggalkan Madinah. Jika lebih dari itu, dan Bani Nadhir masih berada di Madinah, beliau menegaskan akan memenggal leher mereka.

Para pembesar Bani Nadhir seperti Huyay bin Akhthab dan Salam bin Abil Haqiq beserta seluruh keluarganya akhirnya pergi menuju Khaibar dan sebagian yang lain pergi menuju Syam.

Tokoh-tokoh dalam Perang Khandaq

Perang Khandaq melibatkan beberapa tokoh dari pihak kaum muslimin, pihak Yahudi, pihak kaum Quraisy, dan pihak kaum Ghathafan.

1. Pihak kaum muslimin

Tokoh pihak kaum muslimin antara lain sebagai berikut.

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
  • Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu
  • Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu
  • Ibnu Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu
  • Sa’ad bin Mu’adz radhiyallahu ‘anhu
  • Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu
  • Khawat bin Jubair radhiyallahu ‘anhu
  • ‘Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu
  • Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu
  • Abu Lubabah bin ‘Abdul Mundzir al-Ausi radhiyallahu ‘anhu
  • Nu’aim bin Mas’ud bin ‘Amir al-Ghathafani radhiyallahu ‘anhu – salah seorang kaum Ghathafan yang menyatakan masuk Islam dan membantu pasukan kaum muslimin memperdaya kaum Yahudi dan kaum Quraisy hingga kaum Yahudi urung menyerang pasukan kaum muslimin

2. Pihak kaum Yahudi (Bani Nadhir dan Bani Quraizhah)

Tokoh pihak kaum Yahudi antara lain sebagai berikut.

  • Salam bin Abil Haqiq – pembesar Bani Nadhir
  • Salam bin Misykam – pembesar Bani Nadhir
  • Kinanah bin Rabi’ – pembesar Bani Nadhir
  • Huyay bin Akhthab an-Nadhari – pembesar Bani Nadhir
  • Ka’ab bin Asad – pemimpin Bani Quraizhah

3. Pihak kaum Quraisy

Tokoh pihak kaum Quraisy antara lain sebagai berikut.

  • Abu Sufyan bin Harb – pemimpin pasukan Quraisy
  • ‘Amr bin ‘Abdu Wadd al-‘Amiri

4. Pihak kaum Ghathafan

Tokoh pihak kaum Ghathafan antara lain sebagai berikut.

  • ‘Uyainah bin Hishn – pemimpin kaum Ghathafan
  • al-Harits bin ‘Auf – pemimpin kaum Ghathafan

Strategi Perang Khandaq

Sesuai namanya, strategi yang digunakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Khandaq adalah menggali parit di sebelah utara Madinah atas usul Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu .

Alasannya, karena daerah tersebut merupakan satu-satunya akses masuk ke kota Madinah yang berupa jalan terbuka yang dapat dilewati pasukan musuh.

Kronologi Perang Khandaq

Kabar bahwa pasukan koalisi Yahudi-Quraisy-Ghathafan tengah menuju Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memerintahkan kaum wanita dan anak-anak diungsikan ke benteng Madinah.

1. Membuat parit

Beliau juga memerintahkan kepada para sahabatnya untuk membuat parit. Pembuatan parit ini dilakukan atas usul Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu dan bertujuan untuk menghalangi pasukan koalisi memasuki kota Madinah.

Setelah parit ini dibuat, pasukan koalisi pun datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat, tiga ribu prajurit muslimin, dan penduduk Madinah pun berlindung di dalam parit.

2. Kaum Bani Quraizhah melanggar perjanjian

Di lain tempat, Huyay bin Akhthab an-Nadhari bertandang ke kampung Bani Quraizhah dan bertemu dengan pemimpinnya yang bernama Ka’ab bin Asad.

Ka’ab bin Asad tak henti-hentinya diprovokasi untuk melanggar perjanjiannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akhirnya, Ka’ab bin Asad pun bergabung dalam pasukan koalisi.

Kabar bahwa Bani Quraizhah melanggar perjanjian pun sampai ke telinga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Beliau kemudian mengutus Sa’ad bin Mu’adz, Sa’ad bin ‘Ubadah, Khawat bin Jubair, dan ‘Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu menemui Bani Quraizhah untuk mengecek kebenaran kabar tersebut.

Sesampainya di sana, para sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam tersebut diperlakukan layaknya musuh. Bahkan kaum Yahudi tersebut berani menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga membuat Sa’ad bin Mu’adz meradang.

Para utusan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu pun meninggalkan kampung Bani Quraizhah.

Kondisi tersebut membuat kondisi psikologis kaum muslimin menurun. Bahkan ada dua golongan yang sempat ingin mundur dari peperangan.

Namun, Allah subhanahu wa ta’ala meneguhkan kembali hati mereka sehingga mereka urung mundur dari peperangan.

3. Pengepungan pasukan koalisi

Sementara itu, pasukan kaum muslimin terus mendapat tekanan karena dikepung oleh pasukan koalisi. Pengepungan ini berlangsung kurang lebih sebulan lamanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berinisiatif untuk berdamai dengan kaum Ghathafan. Namun, upaya ini urung dilakukan setelah mendengar saran dari Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin ‘Ubadah.

Setelah upaya perundingan urung dilakukan, Nu’aim bin Mas’ud bin ‘Amir al-Ghathafani radhiyallahu ‘anhu menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyatakan diri masuk Islam.

4. Mundurnya pasukan Quraisy

Nu’aim kemudian diperintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memperdaya pasukan koalisi demi kepentingan pasukan kaum muslimin.

Nu’aim kemudian memperdaya kaum Yahudi dan kaum Quraisy hingga kaum Yahudi urung menyerang pasukan kaum muslimin.

Pasukan koalisi pun akhirnya hanya menyisakan pasukan Quraisy. Atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala, pasukan Quraisy yang tengah mengepung pasukan kaum muslimin diterpa cuaca yang tidak bersahabat.

Mereka pun memutuskan untuk mundur malam itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengutus Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu ‘anhu untuk mengecek pasukan Quraisy. Ia menyatakan bahwa pasukan Quraisy akan mundur malam itu juga.

Esok paginya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali ke Madinah dan kaum muslimin meletakkan senjatanya. Perang Khandaq yang merupakan perang strategi pun berakhir.

Alasan Umat Islam Meraih Kemenangan

Perang Khandaq yang terjadi pada bulan Syawwal tahun 5 H ini memberikan kemenangan bagi umat Islam. Mengapa umat Islam bisa meraih kemenangan padahal umat Islam hanya bisa bertahan di tengah kepungan pasukan koalisi?

Jawabannya terletak pada strategi perang yang dijalankan umat Islam. Strategi perang parit membuat pasukan koalisi tidak dapat memasuki Madinah dan kontak fisik pun tidak terjadi.

Meskipun strategi perang parit sempat menyurutkan kondisi psikologis pasukan kaum muslimin karena mereka hanya bertahan di dalam parit, namun berkat pertolongan Allah pasukan Quraisy mundur dengan sendirinya.

Hikmah Perang Khandaq

Hikmah yang dapat diambil dari Perang Khandaq di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Diterimanya strategi perang parit yang merupakan strategi perang bangsa Persia oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat karena memberikan manfaat bagi perjuangan kaum muslimin dalam menegakkan agama Islam.
  • Perang Khandaq adalah perang strategi. Yang berperan dalam hal ini adalah diplomasi, praktek adu domba, dan taktik perang.
  • Ujian yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada pasukan kaum muslimin merupakan cara-Nya untuk memantapkan keimanan kaum muslimin.
  • Melalui Perang Khandaq, Allah subhanahu wa ta’ala hendak menunjukkan kelicikan orang-orang munafik.
  • Pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya akan datang dalam bentuk kemenangan bagi kaum muslimin dan hancurnya pasukan musuh.
  • Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi kaum muslimin dari kejahatan kaum musyrikin.

Dampak Perang Khandaq

Perang Khandaq memberikan beberapa dampak, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Strategi membuat parit yang memanfaatkan kontur geografis membuat pasukan koalisi tidak dapat memasuki kota Madinah.
  • Strategi perang parit ini membuat pasukan koalisi hanya bisa mengepung pasukan kaum muslimin dari berbagai arah.
  • Strategi ini juga membuat mental bertempur kaum muslimin sempat mengendur karena pengepungan yang dilakukan pasukan koalisi membuat mereka tidak dapat melakukan apapun selain bertahan.
  • Praktek adu domba yang dilakukan Nu’aim bin Mas’ud bin ‘Amir al-Ghathafani radhiyallahu ‘anhu terhadap pasukan koalisi berhasil memecah belah pasukan koalisi sehingga pasukan kaum Yahudi urung melakukan penyerangan ke Madinah.

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

Written by dalamislam