Percaya Mitos? Berikut ini Hukum Memakaikan Bangle untuk Bayi _*

Indonesia yang merupakan negara dengan berbagai keunikan daerah dan adat istiadat, mempunyai beragam kepercayaan pada berbagai daerah. Begitupun dengan pemakaian bangle pada bayi yang dipercaya dapat melindungi sang bayi dari berbagai gangguan makhluk halus.

Selain dipandang sebagai tradisi yang sudah mengakar dalam masyarakat sekitar, kepercayaan dalam menyingkirkan gangguan dari jin dan dapat melindungi si buah hati. Namun, bagaimana hukum hal tersebut dalam kacamata Islam?

Berikut penjelasannya.

Syirik merupakan suatu perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah, karena kepercayaanya yang termasuk menduakan Allah dan tidak percaya kepada Allah sepenuhnya. Padahal dalam syahadat yang kita baca di setiap kita melakukan shalat disebutkan bahwa kita bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah yang patut disembah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Hal ini sangat bertentangan dengan yang terjadi di lapangan saat ini, karena khawatir yang berlebih dan tidak mempercayai sepenuhnya kuasa Allah, manusia cenderung melakukan perbuatan syirik. Perbuatan tersebut salah satunya dapat kita temukan di kalangan masyarakat yang masih memegang adat kental yang memakaikan bangle atau jimat kepada bayi khususnya bayi baru lahir.

Dan berikut ini adalah sejumlah hadist yang dapat kita ketahui bagaimana hukum memakai bangle pada bayi yang dianggap sebagai perbuatan syirik.

Pertama: firman Allah subhanahu wa taโ€™ala.
ยซู‚ูู„ู’ ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุง ุชูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽู†ููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูุถูุฑูู‘ ู‡ูŽู„ู’ ู‡ูู†ูŽู‘ ูƒูŽุงุดูููŽุงุชู ุถูุฑูู‘ู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽู†ููŠ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู‡ูŽู„ู’ ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู…ู’ุณููƒูŽุงุชู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ู‚ูู„ู’ ุญูŽุณู’ุจููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽูƒูู‘ู„ููˆู†ูŽยป
โ€œKatakanlah, โ€˜Bagaimana menurut kalian tentang apa-apa (sesembahan) yang kalian seru selain Allah jika Allah menghendakiku bahaya, apakah mereka mampu menghilangkan bahaya tersebut, atau jika Dia menghendakiku mendapat rahmat apakah mereka mampu menahan ramhat-Nya (dariku)?โ€™ Katakanlah, โ€˜Cukuplah Allah bagiku. Hanya kepada-Nya orang-orang pasrah bertawakkal.โ€™โ€ [QS. Az-Zumar [39]: 38]

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa keyakinan selain kepada Allah yang mampu menghilangkan dan menolak dhurr atau bala atau bahaya dan mendatangkan syafaat serta rahmat adalah perbuatan Syirkul Akbar ( syirik besar yang membatalkan keislaman ), karena Allah dalam awal ayat menyebutkan, โ€œApa-apa (sesembahan) yang kalian seru selain Allah.โ€

Setelah menyebutkan keyakinan yang salah, Allah menyebutkan keyakinan yang benar dan diikuti oleh Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam atas perintah Allah, yaitu pasrah dengan menyerahkan diri dan urusannya kepada Allah karena tidak ada dhurr/bala` maupun rahmat/manfaat kecuali atas izin Allah dan dari sisi Allah jalla tsanรข`uh. Untuk itu Allah menutup dengan firman-Nya, โ€œKatakanlah, โ€˜Cukuplah Allah bagiku. Hanya kepada-Nya orang-orang pasrah bertawakkal.โ€™โ€

Kedua: sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Dikisahkan dari โ€˜Imran bin Hushain radhiyallahu โ€˜anhu bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melihat seorang lelaki yang memakai gelang dari kuningan lalu bertanya:
ยซูˆูŽูŠู’ุญูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ูุŸยป ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงู‡ูู†ูŽุฉูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุฒููŠุฏููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽู‡ู’ู†ู‹ุง ุงู†ู’ุจูุฐู’ู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ูƒูŽุ› ููŽุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ู„ูŽูˆู’ ู…ูุชูŽู‘ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽูู’ู„ูŽุญู’ุชูŽ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุงยป
โ€œHah, apa ini?โ€ Dia menjawab, โ€œUntuk melemahkan (penyakit).โ€ Beliau bersabda, โ€œIa tidak akan menambahmu kecuali justru kelemahan (iman dan kesehatan). Buanglah darimu. Sungguh andai saja kamu meninggal dalam keadaan memakainya (yakni keyakinan salah), kamu tidak akan beruntung selamanya (masuk neraka).โ€ [Hasan: HR. Ahmad (no. 20000, XXXIII/204), Ibnu Majah (no. 3531), dan Ibnu Hibban (no. 6085). Dinilai hasan oleh al-Haitsami, shahih al-Hakim, dan disepakati adz-Dzahabi. Al-Arna`uth berkata, โ€œSemua perawinya tsiqah perawi kitab Shahihain kecuali Mubarak bin Fudhalah.โ€]

Dalam hadist tersebut ada perkataan bahwa segala penangkal bala tidak bermanfaat atau bereaksi sama sekali malah justru melemahkan sang pemilik jimat atau bangle. Juga terdapat anjuran Rasul agar membuang gelang tersebut dan melarang pemakaian gelang tersebut.

Disitu juga tersirat bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan syirik karena Nabi Muhammad bersabda โ€œSungguh andai saja kamu meninggal dalam keadaan memakainya, kamu tidak akan beruntung selamanya (masuk neraka).โ€

As-Sindi menjelaskan, โ€œDia memakainya karena (keyakinan) bisa menjaganya dari penyakit. Tetapi menurut Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam termasuk jimat yang terlarang.โ€ [Hasyisyah as-Sindรฎ (II/361)]

Hadits ini diperkuat dengan hadits lainnya:
ยซู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ูŽู‘ู‚ูŽ ุชูŽู…ููŠู…ูŽุฉู‹ุŒ ููŽู„ูŽุง ุฃูŽุชูŽู…ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ูŽู‘ู‚ูŽ ูˆูŽุฏูŽุนูŽุฉู‹ุŒ ููŽู„ูŽุง ูˆูŽุฏูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ูยป
โ€œSiapa yang menggantungkan tamimah maka Allah tidak menyempurnakan itu untuknya (karena mereka menyangka tamimah merupakan obat dan penangkal yang paling sempurna). Barangsiapa yang menggantungkan wadaโ€™ah (jenis penangkal) maka Allah tidak akan memberikan perlindungan kepadanya.โ€ [Hasan: HR. Ahmad (no. 17404, XVIII/623), Ibnu Hibban (no. 6086), dan al-Hakim (no. 7501) dari โ€˜Uqbah bin โ€˜Amir radhiyallahu โ€˜anhu. Dinilai hasan oleh al-Arna`uth dan shahih oleh al-Hakim dan disetujui adz-Dzahabi]

ยซู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ูŽู‘ู‚ูŽ ุชูŽู…ููŠู…ูŽุฉู‹ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒูŽยป
โ€œBarangsiapa yang menggantungkan tamimah maka dia telah syirik.โ€ [Shahih: HR. Ahmad (no. 17422, XXVIII/637) dan al-Hakim (no. 7513). Dinilai kuat oleh al-Arna`uth]
As-Sindi menjelaskan, โ€œTamimah adalah jimat yang biasa dipakai orang Jahiliyah atau penangkal yang orang โ€˜Arab gantungkan di anak-anak mereka untuk menolak โ€˜ain (penyakit), lalu Islam membatalkannya.โ€ [Tahqiq Musnad Ahmad (28/624) cet. ar-Risalah]

Ketiga: praktek shahabat.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Hudzaifah radhiyallahu โ€˜anhu melihat seseorang yang memakai benang di tangannya untuk menangkal demam, beliau pun memutusnya dan membaca:
ยซูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽยป
โ€œDan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka berbuat syirik.โ€ [QS. Yรปsรปf [12]: 106] [Fathullah al-Hamรฎd (hal. 195) dengan tahqiq Bakar Abu Zaid].

Itulah tadi hukum memakaikan bangle pada bayi beserta hadist yang mendasari hukum tersebut.

Wallahu aโ€™lam.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam