Perlu diketahui bahwa hukum asal muamalah dengan non-muslim adalah mubah (diperb… _*


Perlu diketahui bahwa hukum asal muamalah dengan non-muslim adalah mubah (diperbolehkan). Bermuamalah dengan orang non muslim termasuk tradisi yang makruf dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, mereka bermuamalah dengan orang yahudi di sekitar Madinah, dan sebelumnya, kaum muslimin juga bermuamalah dengan masyarakat musyrikin Quraisy yang merupakan musuh besar mereka.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Al-Khallal menyebutkan keterangan dari salah satu murid Imam Ahmad, yang bernama Muhanna, beliau mengatakan, “Saya pernah bertanya kepada Imam Ahmad tentang hukum mendatangi beberapa perayaan (nasrani) yang ada di Syam, sepeti Thuryanur, atau Dir Ayub, atau semisalnya. Kaum muslimin ikut menyaksikannya dan mendatangi pasar yang digelar di perayaan itu. Mereka membawa kambing, sapi, tepung, gadum, dan barang lainnya. Mereka hanya mendatangi pasarnya, untuk jual beli, dan tidak masuk ke kuil nasrani.”
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jawaban Imam Ahmad, Apabila mereka tidak sampai masuk ke kuil orang kafir, namun hanya datang ke pasarnya, tidak masalah. (Iqtidha as-Shirat al-Mustaqim, 1/517).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Lanjutan pembahasan dan jawaban Syaikh Sholeh Al Munajjid hafizhahullah ketika ditanya hukum memanfaatkan diskon pada hari natal dan tahun baru di atas bisa dilihat di website kami berikut:

Hukum Memanfaatkan Diskon Natal dan Tahun Baru


ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Semoga bermanfaat ?

Sumber : Instagram / muslimmyway

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin