Prof Ahmad Taufiq Antar UM Sabet Anugerah Academic Leader Bidang Sains

Prof Ahmad Taufiq Antar UM Sabet Anugerah Academic Leader Bidang Sains




Malang

Guru besar Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si dinobatkan sebagai Academic Leader (AL) bidang Sains 2023. Profesor termuda bidang ilmu fisika ini mendapatkan anugerah Academic Leader bidang Sains, mengalahkan kandidat dosen atau ilmuwan lain se-Indonesia.

Penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia ini sekaligus menjadi yang pertama diraih oleh UM. Anugerah Academic Leader 2023 ditujukan kepada para rektor serta dosen yang telah konsisten berkarya dan berinovasi bagi kemajuan pembangunan nasional.

Masing-masing perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengirimkan kandidat terbaik sesuai bidang keilmuan. Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si merupakan dosen dan sekaligus Ketua Departemen Fisika, Fakultas MIPA UM yang mendapatkan anugerah Academic Leader bidang Sains 2023.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama, sangat bersyukur, ini anugerah yang luar biasa dari Allah SWT karena UM baru pertama kali masuk di ajang bergengsi ini. Kedua, ini adalah buah dari doa orang tua, keluarga tercinta, bimbingan para guru dan tentunya support dari para kolega dan mahasiswa,” ucap Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si, dikutip Rabu (15/11/2023).

Ahmad Taufiq menuturkan bahwa Anugerah Academic Leader 2023 merasa bukan hanya ditujukan kepada dirinya. Melainkan untuk para pihak karena wujud dari kolaborasi banyak pihak baik mahasiswa dan kolega, baik di Indonesia maupun luar negeri.

“Ini bukan prestasi hasil individu tetapi hasil dari kontribusi dan support dari banyak pihak. Sebenarnya, Anugerah Academic Leader ini adalah bukan untuk saya pribadi. Tapi untuk banyak pihak, lembaga, keluarga, kolega, mahasiswa dan semua yang berkolaborasi dengan kami,” tuturnya.

Menurut Taufiq, cukup berat untuk bisa mendapatkan penghargaan bergengsi ini. Karena syarat yang cukup ketat diberikan kepada para kandidat yang mewakili perguruan tinggi masing-masing di seluruh Indonesia.

Di luar itu, syarat dari para kandidat penerima Anugerah Academic Leader harus memiliki pendidikan minimal S3 dengan jabatan akademik minimal Lektor Kepala. Karena itu, sangat banyak dari para kandidat yang mengikuti ajang tahunan ini merupakan para guru besar.

“Ini merupakan penghargaan bergengsi, ada syarat cukup banyak dan ketat untuk para peserta. Di antaranya, dosen harus dari lembaga pendidikan minimal harus akreditasi B, pendidikan minimal S-3, dan kepangkatan minimal lektor kepala, tapi hampir semua peserta saya lihat profesor semua,” terangnya.

“Kemudian syarat lain adalah memiliki rekam jejak yang membanggakan terkait Tri Dharma perguruan tinggi, termasuk terkait Merdeka Belajar dan Kampus Belajar. Memiliki keterlibatan langsung membina dosen muda atau mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif. Jadi cukup banyak dan cukup sulit untuk mendapatkan ini,”.

“Bahkan, syarat lain adalah harus memiliki karya-karya inovatif yang sering dijadikan rujukan rekan sejawatnya dan/atau diimplementasikan di masyarakat, pemerintah dan sektor swasta (industri), serta mendapat pengakuan atau anugerah baik pada tingkat nasional maupun internasional,” sambungnya.

Taufiq sendiri merupakan pendidik yang dinobatkan sebagai dosen berprestasi memiliki beberapa penghargaan nasional dan internasional yang kemudian berhasil menjadi salah satu ilmuwan yang meraih gelar guru besar termuda di Indonesia pada bidang Ilmu Fisika Material.

Selain itu, Taufiq memiliki banyak karya Inovasi berupa publikasi baik nasional maupun internasional. Jika dihitung sudah ratusan hasil karya Taufiq terpublikasi pada level internasional, termasuk puluhan paten.

“Alhamdulillah, saya kemarin juga di UM dinobatkan dosen prestasi dan dosen terproduktif, serta sebagai profesor termuda di UM, bahkan di Indonesia menjadi salah satu profesor termuda, khususnya di bidang Fisika. Termasuk jumlah Publikasi ilmiah dan paten nasional dan internasional yang relatif banyak,” katanya.

“Ada hampir 300 publikasi Ilmiah internasional, paten juga demikian sekitar 40 lebih, kemudian inovasi riset yang kami kembangkan adalah pemanfaatan bahan alam Indonesia menjadi nanomaterial khususnya dalam bentuk magnet cair, melalui sentuhan nanosains dan nanoteknologi, nanomaterial tersebut dikembangkan untuk aplikasi biomedis, sensor, serta anti radar,” sambungnya.

Taufiq menilai Anugerah Academic Leader yang diraih merupakan salah satu bukti kekuatan kolaborasi dan kerja sama antara dosen, mahasiswa, serta para kolega ilmuan baik di dalam maupun luar negeri.

“Penghargaan ini juga hasil kerjasama nasional dan internasional terkait Inovasi. Yang paling penting adalah Anugerah Akademik Leader ini menjadi salah satu bukti kekuatan kolaborasi antara dosen, mahasiswa pun para ilmuwan baik di dalam maupun luar negeri. Sekali lagi, kekuatannya adalah pada kolaborasi bukan pada kompetisi, sehingga bisa produktif. Semoga Anugerah Academic Leader ini membawa manfaat dan barokah bagi semua,” pungkasya.

Simak Video “Ledakan Supernova Paling Terang, Bisa Terlihat di Seluruh Bumi
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)



Source : www.detik.com
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Warhamna Jamii’a.

What do you think?

Written by admin