Proyek BTS 4G Dorong Percepatan Transformasi di Papua & Papua Barat _*

VIVA – Pembangunan base transceiver station (BTS) menjadi salah satu hal penting dalam menunjang percepatan transformasi digital nasional, terlebih lagi hal tersebut masuk dalam agenda transformasi digital yang digaungkan oleh pemerintah demi terciptanya pemerataan akses komunikasi dan informasi di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung realisasi percepatan transformasi digital, Lintasarta sebagai perusahaan total solutions information and communication technology (ICT) bersama-sama dengan konsorsium Huawei dan PT Surya Energi Indotama (SEI) turut serta dalam pembangunan Proyek BTS 4G Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Dengan pembangunan BTS 4G di daerah Papua dan Papua Barat ini, kami berharap tidak ada lagi daerah yang belum menikmati sarana komunikasi digital. Kami dengan senang hati dan merasa bangga bisa menjadi bagian dalam komitmen pemerintah untuk melakukan percepatan transformasi digital di wilayah Indonesia melalui pembangunan BTS,” ucap Direktur Utama Lintasarta, Arya Damar.

Lebih lanjut Arya menuturkan, Lintasarta bersama dengan konsorsium Huawei dan SEI ditugaskan merealisasikan pembangunan BTS di 1.795 lokasi di area Papua Barat dan Papua (Bagian Tengah & Barat) dimana pengerjaannya dilakukan secara bertahap di tahun 2021 dan 2022.

Pekerja memeriksa perangkat BTS 4G XL Axiata di Base Transceiver Station (BTS) di Yogyakarta
Photo :

  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Pekerja memeriksa perangkat BTS 4G XL Axiata di Base Transceiver Station (BTS) di Yogyakarta

Arya menyebutkan, khusus wilayah Papua Barat, lokasi pembangunan BTS 4G tersebar di 7 kabupaten yaitu Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

“Kami telah melakukan survei serta melakukan uji kelayakan instalasi secara keseluruhan di lokasi-lokasi tersebut sebelum melakukan pembangunan BTS,” jelasnya.

Faktor cuaca dan akses menuju lokasi merupakan tantangan tersendiri yang siap dihadapi. Sebagian lokasi pembangunan berada di kepulauan yang hanya dapat ditempuh oleh kapal/speedboad. Selain itu, telah dilakukan juga mitigasi dan upaya-upaya untuk mengatasi tantangan tersebut termasuk bekerja sama dengan Dandim atau Polres setempat.

Sumber : viva.co.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?