Qanaah Dalam Islam – Dalil dan Sifatnya _*

Qanaah dalam islam termasuk ke dalam sifat terpuji yang bisa menerima seberapapun rejeki yang diberikan oleh Allah atas semua usaha yang sudah kita lakukan dan merasa cukup tanpa adanya sikap mengeluh. Kalau dalam bahasa jawa istilahnya “nerimo ing pandum”.

Rasulullah sejak dahulu sudah mengajarkan kepada seluruh umat muslim untuk menerapkan sifat qanaah dalam diri mereka. Selalu ridha terhadap semua masalah yang tengah mereka hadapi yang sudah ditentukan oleh Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam Al Qur’an surat Azumar ayat 49, penjelasannya sebagai berikut :

“Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya ni’mat dari Kami ia berkata:”Sesungguhnya aku diberi ni’mat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui” (Q.S Azumar : 49)

Berikut ini merupakan contoh – contoh sikap yang masuk dalam kategori qanaah :

  • Selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah Swt, seberapapun itu hasil  yang kita dapatkan harus diterima dengan lapang dada.
  • Hidup apa adanya, sesederhana mungkin, tidak berfoya – foya, dan bergaya sesuai dengan kemampuan.
  • Selalu menghargai bahwa yang diberikan Allah Swt adalah anugerah terbaik bagi kita, karena hanya Allah lah yang tau mengenai hal-hal apa yang terbaik untuk kita.
  • Tidak mudah menyerah, putus asa, dan kecewa jika hasil yang sudah kita usahakan tidak sesuai dengan keinginan.
  • Selalu semangat untuk bekerja keras demi mendapatkan hasil yang terbaik.

Contoh – contoh sikap di atas diperkuat oleh penjelasan dari hadits, yakni sebagai berikut :

“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Muttafaqun Alaih)

Apa yang kita cari di dunia ini jika menerapkan prinsip qanaah, pastinya akan meniatkan semua pekerjaan diibaratkan sebagai ibadah hanya untuk mendapatkan ridho dari-Nya. Jangan sampai menghalalkan segala cara dalam rangka mencari rejeki, karena Allah sudah menjanjikan rejeki yang baik bagi kita. Dasar hukumnya sudah dijelaskan di dalam  Al Qur’an dan Hadits, berikut penjelasannya :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah : 155 )

Dari Abdillah bin Amr sesungguhnya Rasulullah saw bersabda; sungguh beruntung orang yang masuk islam dan rizkinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang pemberian Allah. (HR Muslim)

Cara Agar Kita Memiliki Sifat Qana’ah

Allah mengajarkan pada umatnya untuk tidak mempunyai sifat tamak dan selalu memerangi hawa nafsu yang ada untuk mengontrol sifat – sifat buruk lainnya yang mungkin muncul. Berikut ini hal – hal yang bisa dilakukan agar kita lebih dekat dengan sikap qanaah :

1. Memperkuat Keimanan Kepada Allah Swt

Mendekatkan diri kepada Allah membuat kita semakin mantap dalam menjalani segala urusan duniawi tanpa adanya keluhan dan tentunya selalu belajar ikhlas serta menerima apapun dengan hati yang lapang, karena sebenarnya kekayaan bisa anda temukan dari dalam hati. Berikut penjelasan dari sabda Rasulullah Saw :

“Barangsiapa yang kaya hati maka dia mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan di hari itu. Sebaliknya siapa yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.”

2. Selalu Yakin Bahwa Rejeki Sudah Diatur Dengan Adil Oleh Allah Swt

Percayalah bahwa rejeki sudah diatur dengan baik oleh Allah Swt. Dengan mensyukurinya rejeki tersebut, maka akan menjadi lebih berkah. Jangan berfikir bahwa Allah tidak saying dengan anda, karena Allah lah yang tau semua hal terbaik untuk kita.

Sebagaimana sudah dijelaskan berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kemudian Allah mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat lalu diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan), maka ditulislah rizkinya, ajalnya, amalnya, celaka dan bahagianya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)

3. Mempelajari dan Mengamalkan Ayat Suci Al Quran

Al Quran merupakan pedoman hidup bagi seluruh manusia yang wajib untuk dipelajari dan juga diamalkan dalam kehidupan sehari – hari. Hati anda akan merasa lebih tenang, tentram, sejuk dan mempunyai suasana lebih baik.

Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” (QS.Yunus : 107)

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud : 6)

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathiir : 2)

Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. ath-Thalaq : 7)

4. Pelajari Mengenai Hikmah Perbedaan Rejeki Yang Diberikan Oleh Allah

Allah Swt memberikan perbedaan mengenai rejeki pada masing-masing orang agar mereka bisa saling berbagi antara yang kaya dengan yang fakir miskin, sehingga diharapkan akan sama-sama memperoleh manfaat.

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu? Kami telah menentu kan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. az-Zukhruf:32)

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS.Al an’am 165)

5. Berdo’alah Kepada Allah Untuk Diberikan Sifat Qana’ah

Karena qanaah merupakan salah satu sifat rasulullah yang patut dijadikan contoh dan suri tauladan, maka sudah sepantasnya kita meminta kepada Allah untuk bisa mempunyai sifat tersebut.

“Ya Allah berikan aku sikap qana’ah terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR al-Hakim)

“Ya Allah jadikan rizki keluarga Muhammad hanyalah kebutuhan pokok saja.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi).

6. Selalu Sadar Bahwa Rejeki Yang Anda Dapatkan Tidak Bisa Ditentukan Berdasarkan Kepintaran

Datangnya rejeki tidak ditentukan oleh kepintaran seseorang. Terkadang Allah memberikan rejeki yang lebih banyak terhadap hambanya yang berpendidikan rendah untuk memicu timbulnya sifat qanaah dalam diri kita.

7. Selalu Rendah Hati dan Melihat Ke Bawah

Selaly rendah hati dan melihat ke bawah merupakan salah satu sifat yang mendekati qanaah. Karena orang yang mempunyai sifat rendah hati biasanya bisa menerima apa yang mereka dapatkan dengan penuh rasa syukur.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR.al-Bukhari dan Muslim).

8. Sadar Mengenai Pertanggung Jawaban Terhadap Harta Yang Kita Punya

Tidak sedikit orang yang memiliki harta banyak justru hidupnya tidak tenang karena harta yang mereka miliki cara mendapatkannya tidak melalui cara yang diridhai oleh Allah Swt. Nah nantinya harta yang kita punyai tersebut akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt. Orang yang hartanya banyak, justru proses hisabnya akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan orang yang hartanya jauh lebih sedikit.

9. Berpegang Teguh Bahwa Allah Hanya Menilai Seseorang Dari Amal Ibadahnya

Tidak ada bedanya antara mereka kaum fakir miskin dan juga mereka yang mempunyai harta yang berlimpah. Allah hanya menilai seseorang dari amal ibadahnya saja. Yang menjadi pembeda adalah pada proses hisab.

“Para pemilik harta makan dan kami juga makan, mereka minum dan kami juga minum, mereka berpakaian kami juga berpakaian, mereka naik kendaraan dan kami pun naik kendaraan. Mereka memiliki kelebihan harta yang mereka lihat dan dilihat juga oleh selain mereka, lalu mereka menemui hisab atas harta itu sedang kita terbebas darinya.”

10. Mempelajari Mengenai Kehidupan Salaf

Orang yang mempunyai kehidupan salaf, kebanyakan memanfaatkan hartanya untuk diberikan kepada orang lain yang jauh lebih membutuhkan. Nah kehidupan seperti inilah yang mendorong munculnya sifat qanaah.

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai qanaah dalam islam yang sudah diulas secara detail dan dikemas dengan menarik, diharapkan bisa membantu memudahkan mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai qanaah dalam islam. Semoga bermanfaat bagi anda dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktu untuk membaca artikel saya ini.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?