Qonaah Sebagai Kunci Kebahagiaan yang Sebenarnya _* OI9

Islam sebagai agama Rahmatan lil alamiin, telah menjawab dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dialami oleh manusia.

Islam sangat memperhatikan segala aspek kehidupan umatnya. Bahkan islam tidak lupa pula memberikan solusi kebahagiaan dalam menjalankan roda kehidupan. Sebagai manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lainnya.

Dimana manusia dibekali dengan akal pikiran dan nafsu, yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lainnya. Hewan mempunyai nafsu tetapi tidak mempunyai akal. Malaikat mempunyai akal tetapi tidak mempunyai nafsu. Sedangkan manusia mempunyai kedua-duanya.

Dengan nafsu yang ada pada diri manusia, selain menjadi anugerah dari Allah SWT, nafsu juga bisa menjadi ujian bagi manusia itu sendiri. Nafsu tidak pernah merasa puas atas apa yang telah didapatkan, tetapi nafsu selalu meminta lebih dari apa yang telah didapatkan.

Seorang yang dikuasai dan dikendalikan oleh hawa nafsu mereka tak pernah merasa cukup terhadap rezeki yang diberikan. Sehingga banyak yang berlomba-lomba mengejar harta dan tahta dalam kehidupan. Berharap mendapatkan kebahagiaan, namun pada akhirnya mendapatkan sebuah kesengsaraan atau kesusahan.

Melihat manusia yang tidak pernah puas, maka di dalam islam di ajarkan mengenai sifat qonaah. Qonaah jika kita tinjau dari pengertiannya, qonaah berarti rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Seorang yang qonaah, meraka akan rela menerima segala ketetapan yang telah diberikan oleh Allah SWT, mereka akan merasa cukup dengan rezeki yang diberikan. Dan tak akan pernah menjadi orang yang serakah dan tamak terhadap rezeki yang didapatkan.

Tapi perlu kita garis bawahi bahwasanya orang yang qonaah bukanlah bermalas-malasan. Tetapi orang yang qonaah dia selalu bekerja keras, tetapi seberapapun rezeki yang dia dapatkan dari usahanya, dia akan selalu menerimanya dengan lapang dada, dan penuh dengan rasa syukur.

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang masuk islam dan rezekinya cukup dan merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepadanya” (HR. Muslim).

Menanamkan sifat qonaah pada diri kita memanglah tidak mudah, terutama di zaman yang sekarang. Yang dimana banyak orang yang telah berlomba-lomba merebut tahta dan harta. Sehingga berbagai macam cara dilakukan tak lagi memperdulikan label halal maupun haram.
Kita terlalu sibuk mengejar harta dan tahta, padahal tujuan akhir kita adalah bahagia.

Sebenarnya tanpa harta yang melimpah, dan tahta yang tinggi. Kita pun masih bisa mendapatkan suatu kebahagiaan. Dalam menghitung kebahagiaan bukan lah harta atau tahta yang menjadi tolak ukurnya, namun seberapa syukur kita terhadap rezeki yang diberikan.

Allah SWT, berfirman dalam Al-qur’an, “Dan, tidak ada satupun binatang melata di bumi melainkan Allah yang memberikan rezekinya. Dan, dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu, dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata” (QS. Hud [11]: 6)

Seseorang yang selalu serakah dan tamak akan harta dan tahta maka dia tidak akan pernah merasakan suatu kebahagiaan dalam dirinya. Karena dia akan diperbudak oleh harta dan tahta yang mereka miliki.

Bagi kita yang merindukan sebuah kebahagiaan maka kita cukup terapkan sifat qonaah dalam diri kita. Karena dengan qonaah kita akan merasakan kebahagian yang sebenarnya.

Orang miskin adalah orang yang tak pernah puas terhadap harta yang diperolehnya dan tak pernah mensyukuri apa yang Allah berikan kepadanya. Sedangkan orang kaya sebenarnya adalah orang-orang yang qonaah terhadap apa yang Allah berikan kepadanya. Intinya qonaah akan membawa sebuah kebahagiaan yang hakiki.

Bukan harta dan tahta yang menjadi jaminan kebahagiaan, tetapi sifat
qonaah yang menjadi kuncinya.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam