Riwayat Keguguran Bisa Pengaruhi Kehamilan Berikutnya, Kenali Gejalanya! _*

Suara.com – Keguguran sangat berisiko terjadi selama 3 bulan pertama kehamilan. Umumnya, keguguran sangat rentan terjadi di antara usia kehamilan 14 hingga 24 minggu.

Ada banyak faktor yang bisa mengakibatkan keguguran. Tapi, sebagian besar keguguran disebabkan oleh aktivitas ibu hamil.

Sayangnya, sebagian besar ibu hamil juga tidak tahu penyebabnya mengalami keguguran.

Keguguran pada trimester awal kehamilan biasanya terjadi karena adanya masalah dengan bayi dalam kandungan. Tapi, NHS mengatakan penyebab umum keguguran adalah kromosom abnormal pada janin.

Baca Juga:
Lebih dari 100 Warga Swedia Disuntik Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Jika bayi tidak memiliki cukup atau terlalu banyak kromosom, bayi akan kesulitan tumbuh atau berkembang dengan baik dalam kandungan. Pada sekitar dua hingga lima persen keguguran juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.

Faktor genetik bisa meningkatkan risiko keguguran, jika pasangan memiliki kelainan pada salah satu kromosom mereka yang tak disadari. Hal ini mungkin menyebabkan masalah dengan perkembangan plasenta yang membuat bayi kekurangan darah dan nutrisi.

Ilustrasi keguguran. (Pexels)
Ilustrasi keguguran. (Pexels)

Keguguran pada trimester kedua kehamilan bisa terjadi karena leher Rahim yang lemah, infeksi atau IMS, bentuk rahim ibu, PCOS dan keracunan makanan sebagai penyebab keguguran.

Tommy’s mengatakan ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko keguguran berulang, mulai dari gangguan pembekuan darah, masalah tiroid, kelemahan serviks dan sel kekebalan yang mengganggu kesuburan.

Banyak wanita yang memiliki Pengalaman keguguran tetap bisa hamil hingga lancer persalinan pada kesempatan berikutnya. Tapi, ada pula wanita yang mengalami keguguran berulang kali.

Baca Juga:
Pecinta Anabul Wajib Tahu, 3 Jenis Vaksin Kucing yang Bisa Cegah Penyakit Mematikan

Keguguran berulang adalah keguguran yang terjadi sebanyak 3 atau lebih kehamilan berturut-turut. Keguguran ini juga akan lebih rentan terjadi seiring bertambahnya usia perempuan.

Pada wanita di bawah 30 tahun, 1 dari 10 kehamilan berujung keguguran. Lalu, risiko keguguran ini akan meningkat menjadi 5 dari 10 wanita di atas usia 45 tahun.

Tanda-tanda paling jelas bahwa seorang ibu hamil mengalami keguguran adalah pendarahan, bercak ringan hingga gumpalan darah berat.

Tapi, beberapa pendarahan selama tiga bulan pertama kehamilan adalah normal dan tidak berarti keguguran.

Sedangkan dilansir dari The Sun, gejala keguguran lainnya, termasuk:

  1. Kram dan nyeri di perut bagian bawah
  2. Keluarnya cairan dari vagina
  3. Keluarnya jaringan dari vagina
  4. Tidak lagi mengalami gejala kehamilan, seperti rasa sakit dan nyeri payudara


Sumber : suara.com
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?