Sama-sama Bela Timnas, Ini 5 Perbedaan Pemain Keturunan dan Naturalisasi | Alhamdulillah #GrazieVale ShopeePay

loading…

JAKARTA – Sejak beberapa tahun terakhir, PSSI berupaya memanggil pemain-pemain keturunan yang tersebar di Eropa untuk bergabung dengan Timnas Indonesia . Di dalam negeri, proses naturalisasi pemain juga gencar.

Publik pecinta sepak bola tentu sering mendengar istilah pemain naturalisasi dan pemain keturunan. Lantas, apa perbedaan mendasar di antara keduanya?

Baca Juga: PSSI Resmi Melepas Timnas Indonesia ke Turki

Menurut laman Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kemlu.go.id, Senin (15/11/2021) naturalisasi atau pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.

Yang dimaksud orang asing di sini adalah orang yang bukan warga negara Republik Indonesia. Artinya, orang tersebut mengajukan diri kepada negara untuk memperoleh status kewarganegaraan baru.

Sementara itu, pemain keturunan adalah pemain yang orang tuanya memiliki darah Indoensia yang menetap serta berkarier di luar negeri. Ada pemain keturunan yang sempat merasakan membela tim nasional lain di tingkat umur tertentu, namun mayoritas tidak.

Beda Pemain Keturunan dan Naturalisasi

1. Pemain keturunan adalah pemain yang memiliki hubungan leluhur dengan negara yang ingin dia bela. Di Indonesia, contoh pemain keturunan adalah Irfan Bachdim . Kakek Irfan Bachdim, Ali Bachdim, adalah mantan pemain Persema Malang dan PSAD Jakarta.

2. Pemain naturalisasi adalah pemain yang menjalani proses perubahan status kewarganegaraan dari warga negara asing menjadi warga negara Indonesia. Contoh pemain naturalisasi adalah Cristian Gonzales yang lahir dan besar di Uruguay tetapi kemudian pindah kewarganegaraan menjadi WNI.

Sumber : sindonews.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?