Sejarah Masjid Agung Demak, Masjid Tertua di Pulau Jawa

masjid agung demak

Masjid agung Demak dibangun oleh raden patah dikerajaan demak pada abad ke-15 masehi. Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua dipulau jawa, didirikan walisongo yang kalah itu tengah menyebarkan dakwa islam.

Terkait pendirian masjid agung demak terdapat banyak versi. Lokasi masjid demak berada di pusat kota demak, berjarak ± 26km dari kota Semarang, ± 25km dari kabupaten kudus, dan ± 35km dari kabupaten jepara.

Masjid demak merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagah wangi bintoro demak. Penampilan atap masjid demak berbentuk piramida limas yang menunjukkan aqidah islamiyah yang berdiri dari 3 bagian (iman, islam, ihsan).

Masjid demak berdiri ketika islam mulai berkembang dijawa seiring keruntuhan majapahit yang pernah menjadi kerajaan hindhu-budha terbesar dijawa, bahkan nusantara .

Awal Mula Didirikannya Masjid Agung Demak

Raden patah bersama wali songo mendirikan Masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti sarira sunyi kiblating gusti yang bermakna tahun 1401 saka.

Bulus yang terdiri tas kepala memiliki makna 1 yaitu :

  • Empat kaki bulus bermakna 4
  • Badan bulus yang bulat bermakna 0
  • Ekor bulus bermakna 1.

Hewan bulus ini menjadi simbol masjid agung Demak dibuktikan dengan adanya berbagai ornamen bergambar bulus didinding masjid. Pintu masjid agung demak yang dikenal dengan nama pintu Bledheg dianggap mampu menahan petir.

Perkembangan Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak membawa akulturasi budaya lokal jawa, hindhu-budha San islam yang menjadi ciri khas sekaligus keunikan arsitektur bangunannya, di antaranya adalah:

  • Atap tumpang mirip punden berundak, menunjukkan hasil budaya lokal prasejarah di Indonesia.
  • Atap tumpang ganjil sama dengan tingkat pura hindhu berjumlah 3-11 tingkat.
  • Meru segitiga sebagai lambang persemayaman dewa dalam kepercayaan hindhu.
  • Budaya islam dilihat dari fungsinya sebagai tempat ibadah umat islam.

Dari banyaknya peziarah yang berkunjung kemasjid agung demak. Ternyata kawasan tersebut memang cukup potensial untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi kawasan wisata keagamaan, budaya dan pendidikan.

Dalam satu tahun saja jumlah pengunjung yang berziarah ke masjid agung Demak dan makam sunan kalijaga di kadilangu mencapai 1.300.000 orang. Ada beberapa versi tahun pembangunan masjid agung demak,yakni sebagai berikut :

  • Menurut Babat Tanah Jawi
    Masjid agung demak didirikan pada akhir abad ke-15 M. Sunan ampel membimbing daerah sekitar demak menjadi pusat pengajaran agama islam. Pada dekade 1470 -an masehi,raden patah menemui sunan ampel. Raden pata kemudian masuk islam menetap dan membantu sunan ampel menyebarkan islam.
  • Babat Demak
    Menurut babad demak,masjid demak didirikan pada tahun 1399 saka (1477 M) ditandai dengan candrasengkala “Lawang trus Gunaning Janma”.
  • Candrasengkala
    Candrasengkala adalah susunan kata atau lukisan (sengkala) yang menunjukkan angka tahun kronogram berdasarkan candrasengkala yang terdapat pada mihrab (tempat imam shalat) yang bergambar.
  • Lawang Bledek
    Lawang bledek adalah pintu utama Masjid agung demak. Dihiasan pintu ini terdapat candrasengkala berbunyi “Harga mulat salira wani”. Dari ini ditarik kesimpulan raden patah dilakukan pada tahun 1477 M.

Sumber : Dalamislam.com
Sejarah Masjid Agung Demak, Masjid Tertua di Pulau Jawa
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.


Posted

in

by