in , ,

Shalat Dhuha – Keutamaan, Waktu dan Jumlah Rakaat dan Tata Cara Shalat _*

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam untuk dikerjakan adalah sholat dhuha, yaitu sholat sunnah yang dikerjakan diwaktu matahari telah naik kurang lebih tujuh hasta hingga menjelang waktu dhuhur. Kata Dhuha secara bahasa berasal dari kata Ad- Dhahwu (ุงู„ุถู‘ูŽุญู’ูˆู) yang artinya adalah siang hari yang mulai memanas.(Baca : Sholat Syuruq Bagi Wanita)

Sedangkan menurut ahli fiqih dalam al-Mausuโ€™ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, dhuha itu artinya :

ู…ุง ุจูŠู† ุงุฑุชูุงุน ุงู„ุดู…ุณ ุฅู„ู‰ ุฒูˆุงู„ู‡ุง

Artinya:

โ€œWaktu ketika matahari mulai meninggi sampai datangnya zawal (tergelincirnya matahari).โ€

Abu Hurrairah Radhiallahu โ€˜Anhu pernah berkata :

ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู†ููŠ ุฎูŽู„ููŠู„ููŠ ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ู„ูŽุง ุฃูŽุฏูŽุนูู‡ูู†ูŽู‘ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽู…ููˆุชูŽ ุตูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ุถูู‘ุญูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุชู’ุฑู

Artinya:

โ€œKekasihku telah mewasiatkan aku tiga hal agar aku jangan tinggalkan sampai mati. 1. Puasa tiga hari setiap bulan. 2. Shalat dhuha.3. Shalat witir sebelum tidur.โ€  (HR. Bukhari, Muslim,  Abu Daud, Ad Darimi)

Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan suatu bentuk ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Dan dengan melaksanakannya maka Allah SWT akan memberikan kemudahan jalan, terutama dalam memperoleh rizki. selain itu, Keutamaan Shalat Dhuha yang sangat luar biasa, adalah sebagai berikut :

1. Shalat dhuha merupakan suatu bentuk sedekah

Dari Abu Dzar Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ูŠุตุจุญ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุณู„ุงู…ูŠ ู…ู† ุฃุญุฏูƒู… ุตุฏู‚ุฉ. ููƒู„ ุชุณุจูŠุญุฉ ุตุฏู‚ุฉ. ูˆูƒู„ ุชุญู…ูŠุฏุฉ ุตุฏู‚ุฉ. ูˆูƒู„ ุชู‡ู„ูŠู„ุฉ ุตุฏู‚ุฉ. ูˆูƒู„ ุชูƒุจูŠุฑุฉ ุตุฏู‚ุฉ. ูˆุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ุตุฏู‚ุฉ. ูˆู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ุตุฏู‚ุฉ. ูˆูŠุฌุฒุฆุŒ ู…ู† ุฐู„ูƒุŒ ุฑูƒุนุชุงู† ูŠุฑูƒุนู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ุถุญู‰

Artinya:

โ€œHendaknya di antara kalian bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah,  setiap bacaan tahlil adalah sedekah, setiap bacaan takbir adalah sedekah, beramar maโ€™ruf adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan itu semua sudah tercukupi dengan dua rakaat shalat dhuha.โ€ (HR. Muslim, Al Baihaqi, Ibnu Khuzaimah)

Buraidah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwasannya Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ููŠ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุณุชูˆู† ูˆุซู„ุงุซ ู…ุงุฆุฉ ู…ูุตู„ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุชุตุฏู‚ ุนู† ูƒู„ ู…ูุตู„ ู…ู†ู‡ ุจุตุฏู‚ุฉ ู‚ุงู„ูˆุง ูˆู…ู† ูŠุทูŠู‚ ุฐู„ูƒ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุฎุงุนุฉ ุชุฑุงู‡ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูุชุฏูู†ู‡ุง ุฃูˆ ุงู„ุดูŠุก ุชู†ุญูŠู‡ ุนู† ุงู„ุทุฑูŠู‚ ูุฅู† ู„ู… ุชุฌุฏ ูุฑูƒุนุชุง ุงู„ุถุญู‰

Artinya:

โ€œDalam tubuh manusia terdapat 360 tulang. Ia diharuskan bersedekah untk tiap ruas tulang itu.โ€ Para sahabat bertanya: โ€œSiapa yang mampu melakukan itu ya Rasulullah?โ€ Beliau menjawab: โ€œDahal yang ada di masjid lalu ditutupnya dengan tanah, atau menyingkirkan gangguan dari jalan, atau sekali pun tidak mampu maka shalatlah dua rakaat pada waktu dhuha  .โ€  (HR. Ibnu Hibban, Abu Dawud, dan Ahmad)

Wajib di baca :

2. Shalat dhuha merupakan ibadahnya orang-orang yang bertaubat

Rasulullah  shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฃูˆู‘ูุงูุจูŠู† ุฅุฐุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุช ุงู„ููุตุงู„ ู…ู† ุงู„ุถูุญูŽูŠ

Artinya:

 โ€œShalatnya orang yang bertaubat adalah saat anak unta terbakar (oleh panas matahari) di waktu pagi.โ€œ (HR. Muslim)

ู„ุง ูŠุญุงูุธ ุนู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุถุญู‰ ุฅู„ุง ุฃูˆุงุจุŒ ูˆู‡ูŠ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฃูˆุงุจูŠู†

Artinya:

 โ€œHanya orang yang bertaubat yang memelihara shalat dhuha karena shalat dhuha adalah shalatnya orang-orang yang bertobat.โ€ (HR. Ibnu Khuzaiman dan Hakim)

Baca juga :

3. Shalat Dhuha merupakan shalat yang dapat menghilangkan segala keburukan

Rasulullah  shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ูููŠ ุฏูŽู‡ู’ุฑูู‡ู ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ููŽู„ูŽู‚ู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฅุญู’ุฏูŽู‰ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ูˆูŽุขูŠูŽุฉูŽ ุงู„ู’ูƒูุฑู’ุณููŠู‘ู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู ููŽุฅูุฐูŽุง ุชูŽุดูŽู‡ู‘ูŽุฏูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑูŽ ุณูŽุจู’ุนููŠู†ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุจู‘ูŽุญูŽ ุณูŽุจู’ุนููŠู†ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู ุฏูŽููŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุดูŽุฑู‘ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู†ู‘ู

Artinya:

โ€œBarangsiapa yang melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat pada hari Jumโ€™at satu kali membaca Al-Fatihah 10 kali, Surah An-Nas 10 kali, Surah Al-Falaq 10 kali, Surah Al-Ikhlas 10 kali, Surah Al-Kafirun 10 kali, ayat Kursi 10 kali dalam setiap rakaat, kemudian ketika membaca tasyahud / tahiyat dan mengucapkan salam dan istighfar 70 kali bertasbih 70 kali, maka Allah akan menghindarkan dia dari keburukan penduduk langit dan keburukan penduduk bumi dan keburukan manusia dan jin.โ€ (Hadits riwayat Asbahani)

Baca juga :

4. Allah SWT akan mencukupkan kebutuhannya di sore hari

Dengan mengamalkan shalat dhuha, maka Allah akan mencukupkan kebutuhan pada sore hari itu. Hal ini sesuai dengan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi berikut ini :

ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูˆุฌู„: ุงุจู† ุขุฏู… ู„ุง ุชุนุฌุฒู† ุนู† ุฃุฑุจุน ุฑูƒุนุงุช ููŠ ุฃูˆู„ ุงู„ู†ู‡ุงุฑ ุฃูƒููƒ ุขุฎุฑู‡

Artinya:

โ€œAllah โ€˜Azza wa Jalla berfirman: โ€œWahai Anak Adam, jangan sekali-kali kamu malas mengerjakan empat rakaat pada awal siang (shalat dhuha), nanti akan Aku cukupi kebutuhanmu pada akhirnya (sore hari).โ€

Baca juga :

5. Shalat dhuha merupakan wasiat dari Rasulullah

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata :

ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู†ููŠ ุฎูŽู„ููŠู„ููŠ ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ู„ุง ุฃูŽุฏูŽุนูู‡ูู†ู‘ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽู…ููˆุชูŽ : ุตูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ุงุซูŽุฉู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุตูŽู„ุงุฉู ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ุŒ ูˆูŽู†ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุชู’ุฑู

Artinya:

 โ€œKekasihku (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan shalat Witir.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim).(Baca juga : Mawaris Dalam Islam)

6. Shalat Dhuha menjanjikan pahala Haji dan umrah

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya:

 โ€œSiapa yang shalat Fajar berjamaah, kemudian duduk untuk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka baginya bagaikan pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.โ€ (HR. Tirmizi)

Wajib baca :

7. Shalat Dhuha menjanjikan perlindungan dari Allah SWT

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Darda dan Abu Dzar radhiallahu anhu, bahwasannya Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda yang artinya

โ€œAllah Azza wa Jalla telah berfirman, โ€œWahai anak Adam shalatlah empat rakaat di awal hari, Aku akan lindungi engkau hingga akhirnya.โ€

8. Shalat Dhuha menjanjikan ampunan dosa

Bagi yang menjalankan shalat dhuha akan diampuni segala dosa-dosanya, meskipun dosa-dosanya sebanyak buih yang ada dilautan. Ini sesuai dengan hadist Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam yang artinya

โ€œSiapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.โ€ (HR Tirmidzi)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga bersabda

โ€œBarangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat shubuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.โ€ (HR Abu Daud)

Baca juga :

9. Mendatangkan keuntungan (ghanimah)

Bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah berkata

โ€œBarangsiapa yang berwudhuโ€™, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.โ€ (Shahih al-Targhib)

10. Janji surga bagi yang melaksanakan shalat dhuha

Sebagaimana sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang artinya

โ€œBarangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.โ€ (HR. At-Thabrani)

Selain itu, bagi mereka yang istiqomah dalam menjalankan ibadah sunnah tersebut maka Allah SWT menjanjikan untuk memasukkannya ke surga melalui pintu khusus. Ini berdasarkan pada sebuah hadist yang artinya

โ€œSesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, โ€˜Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wataโ€™ala.โ€ (HR. At-Thabrani).

Baca juga :

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha

Di atas telah dijelaskan bahwa shalat dhuha dilaksanakan mulai matahari telah naik kurang lebih tujuh hasta hingga menjelang waktu dhuhur. Akan tetapi terdapat perbedaan pendapat dari para ulama terkait dengan Tata Cara Shalat Dhuha. Perbedaan pendapat tersebut diantaranya adalah :

  • Menurut riwayat An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah menyatakan bahwa sebagian dari ulama Syafiโ€™iyah berpendapat bahwa waktu dimulainya shalat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari. Akan tetapi mereka menganjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak.(Baca juga : Tata Cara Shalat Idul Fitri)
  • Ar Rofiโ€™i dan Ibn Rifโ€™ah menyatakan bahwa sebagian ulama syafiโ€™iyah lainnya berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak.(Baca juga : Tata Cara Sholat Sunah Rawatib)

Dalam menentukan ukuran matahari setinggi satu tombak juga terdapat perbedaan, yaitu :

  • Dalam Mausuโ€™ah Fiqhiyah Muyassarah, Imam Al-Albani menyatakan bahwa โ€œSatu tombak adalah 2 meter menurut standar ukuran sekarang.โ€(Baca juga : Tata Cara Shalat Jamak)
  • Dan sebagian ulama lainnya menyatakan bahwa posisi matahari setinggi satu tombak adalah kurang lebih 15 menit setelah terbit. Hitungan ini berdasarkan hitungan waktu.(Baca : Tata Cara Shalat Tahajud)

Lalu kapankah waktu yang paling Afdhal untuk melaksanakan sholat dhuha?

Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam bersabda :

ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽุงุจููŠู†ูŽ ุญููŠู†ูŽ ุชูŽุฑู’ู…ูŽุถู ุงู„ู’ููุตูŽุงู„ู

Artinya

โ€œShalat para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.โ€ (HR. Muslim)

Jadi dari hadist di atas  bisa diketahui bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat dhuha adalah ketika matahari sudah mulai panas atau menjelang berakhirnya waktu dhuha. Dalam Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi juga menyatakan bahwa :

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู†ูŽุง : ู‡ููˆูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ ูˆูŽู‚ู’ุช ุตูŽู„ูŽุงุฉ ุงู„ุถูู‘ุญูŽู‰ ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุชูŽุฌููˆุฒ ู…ูู†ู’ ุทูู„ููˆุน ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฒูŽู‘ูˆูŽุงู„

Artinya

โ€œSahabat-sahabat kami (syafiโ€™iyah) telah berkata: โ€˜Itu adalah waktu yang paling utama untuk shalat dhuha, dan boleh saja melakukannya dari terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari.โ€

Dan untuk menentukan waktu berakhirnya sholat dhuha, Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah berkata โ€œSalat awwabin (duhaโ€˜) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).โ€ (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha

Adapun tata cara pelaksanaan sholah sunnah dhuha adalah sama seperti pelaksanaan sholat-sholat sunnah yang lainnya, yaitu dalam dua rakaโ€™at satu kali salam.

Ummu Haniโ€™ Radhiallahu โ€˜Anha berkata :

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุตู„ู‰ ุณุจุญุฉ ุงู„ุถุญู‰ ุซู…ุงู†ูŠ ุฑูƒุนุงุช ูŠุณู„ู… ู…ู† ูƒู„ ุฑูƒุนุชูŠู†

Artinya

โ€œBahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melakukan shalat dhuha sebanyak delapan rakaat, dan dia salam setiap dua rakaat.โ€ (HR. Abu Daud)

Sholat dhuha diutamakan untuk dikerjakan sendiri-sendiri. Akan tetapi para ulama membolehkan sekali-sekali untuk melakukannya secara berjamaah, hukumnya tidak makruh dan juga tidak disunnahkan. Ini sesuai dengan hadist berikut :

Ibnu Abbas berkata :

ุจูุชูู‘ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฎูŽุงู„ูŽุชููŠู’ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ููŽู‚ูู…ู’ุชู ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ู…ูŽุนูŽู‡ู ููŽู‚ูู…ู’ุชู ุนูŽู†ู’ ูŠูŽุณูŽุงุฑูู‡ู ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุฑูŽุฃู’ุณููŠู’ ููŽุงูŽู‚ูŽุงู…ูŽู†ููŠู’ ุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู’ู†ูู‡ู

Artinya

โ€œaku tidur dirumah bibiku, kemudian Nabi SAW sholat malam (tahajud), lalu aku berdiri sholat bersamanya disebelah kiri beliau, maka beliau memegang kepalaku dan menempatkan aku disebelah kanannya.โ€

ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠ ุณูู†ู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ุถูุญูŽูŠ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู† ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŠูŽ

       โ€œUSHALLI SUNNATAD DUHA ROKโ€™ATAINI LILLAHI TAโ€™ALA.โ€

Artinya โ€œSaya niat shalat dhuha dua rakaat karena Allah.โ€

  • Bacaan dalam sholat dhuha

Sebuah hadist menyatakan :

ุตู„ูˆุง ุฑูƒุนุชูŠ ุงู„ุถุญู‰ ุจุณูˆุฑุชูŠู‡ุง : (ูˆุงู„ุดู…ุณ ูˆุถุญุงู‡ุง) ุŒ ูˆ (ุงู„ุถุญู‰

Artinya

โ€œShalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.โ€

Sedangkan dalam Nihayatul Muhtaj disebutkan bahwa yang lebih utama membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas karena surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran dan Al-Kafirun setara dengan seperempat Alquran.

Lalu dari kedua pendapat tersebut di atas, manakah yang seharusnya diikuti?

Para ulama telah sepakat bahwa hadist yang menganjurkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif atau hadist palsu. Tidak ada anjuran yang mengkhususkan bacaan-bacaan tertentu dalam melaksanakan shalat dhuha, baik pada rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doโ€™a setelah shalat dhuha. Dan hadis palsu tidak selayaknya dijadikan pegangan untuk mengkhususkan bacaan-bacaan tertentu dalam melaksanakan shalat dhuha, karena hadis palsu bukanlah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Terkait dengan hal tersebut, dalam Qowaโ€™id Maโ€™rifatil Bidaโ€™ Hal. 52 terdapat sebuah kaidah terkait masalah ibadah yang penting untuk diketahui, yang menyatakan bahwa โ€œMembatasi setiap ibadah yang sifatnya mutlak dengan tata cara tertentu โ€“misalnya waktu, tempat, bacaan, jumlah, dan yang lainnya- tanpa ada keterangan dalil yang shahih termasuk salah satu bentuk bidโ€™ah.โ€

Dalam Majmuโ€™ Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, As Syaikh Ibn Baz rahimahullah menyatakan bahwa โ€œAdapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.โ€

  • Bacaan Doโ€™a setelah sholat Dhuha

Setelah melaksanakan sholat dhuha, disunnahkan untuk membaca doโ€™a sebagai berikut :

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ุถูŽุญูŽุงุคููƒ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‡ูŽุง ุจูŽู‡ูŽุงุคููƒ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงู„ู ุฌูŽู…ูŽุงู„ููƒ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ููˆู‘ูŽุฉู ู‚ููˆู‘ูŽุชููƒ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉู ู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุนูุตู’ู…ูŽุชููƒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูุฒู’ู‚ููŠ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูู„ู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ููŽุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุนู’ุณูุฑู‹ุง ููŽูŠูŽุณู‘ูุฑู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ููŽุทูŽู‡ู‘ูุฑู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง ููŽู‚ูŽุฑู‘ูุจู’ู‡ู ุจูุญูŽู‚ู‘ู ุถูŽุญูŽุงุฆููƒูŽ ูˆูŽุจูู‡ูŽุงุฆููƒ ูˆูŽุฌูŽู…ูŽุงู„ููƒ ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชููƒ ูˆูŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุชููƒ ุขุชูู†ููŠ ู…ูŽุง ุขุชูŽูŠู’ุช ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ

โ€œALLAHUMMA INNAD DUHA DUHAโ€™UKA WAL BAHAโ€™A BAHAUKA WALJAMALA JAMALUKA WALQUWWATA QUWWATUKA WALQUDROTA QUTROTUKA WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMMA INKANA RIZKI FISSAMAโ€™I FA ANZILHU WAINKANA FIL ARDI FA AKHRIJHU WA INKANA MUโ€™SIRAN FA YASSIRHU WA INKANA HARAMAN FATAHHIRHU WAINKANA BAIDAN FAQARRIBHU BIHAQQI DHUHAIKA WA BAHAโ€™IKA WA JAMALIKA WAQUWWATIKA WA QUDRATIKA ATINI MA ATAITA IBADAKAS SALIHIN.โ€

Artinya

โ€œWahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.โ€

  • Dzikir setelah sholat Dhuha

Setelah melaksanakan sholat dhuha dianjurkan untuk membaca dzikir :

ุฑูŽุจูู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽ ุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุฅู ู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ู’ุบูŽูููˆู’ุฑูŽ

โ€œROBBIGH FIRLY WATUB โ€˜ALAYYA INNAKA ANTAT-TAWWAABUL GHOFUR.โ€

Artinya

โ€œYa Robbi, Ampunilah aku dan terimalah taubatku, Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan ampunan.โ€

Bacaan dzikir tersebut di atas hendaknya dibaca sebanyak 100 kali.

Jumlah Rakaโ€™at Sholat Dhuha

Jumlah rakaโ€™at sholat dhuha yang paling sedikit adalah 2 rakaโ€™at. Akan tetapi terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah rakaโ€™at terbanyak dalam sholat sunnah tersebut.

  1. Dalam kitab Al- Majmuk; Imam An-Nawawi menyatakan bahwa jumlah rakaโ€™at yang paling banyak dari sholat dhuha adalah delapan rakaโ€™at. Pendapat ini didukung oleh madzab Maliki, syafiโ€™i, dan Hambali. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadist yang berasal dari Abu Dzar :

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฏุฎู„ ุจูŠุชู‡ุง ูŠูˆู… ูุชุญ ู…ูƒุฉ ูˆุตู„ู‰ ุซู…ุงู†ูŠ ุฑูƒุนุงุชุŒ ูู„ู… ุฃุฑ ุตู„ุงุฉ ู‚ุท ุฃุฎู ู…ู†ู‡ุงุ› ุบูŠุฑ ุฃู†ู‡ ูŠุชู… ุงู„ุฑูƒูˆุน ูˆุงู„ุณุฌูˆุฏ

Artinya

โ€œNabi Muhammad pada hari pembebasan Makkah (fathu Makkah) masuk ke rumahnya dan shalat delapan rakaat. Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan (lebih cepat) dari itu. Akan tetapi beliau tetap menyempurnakan rukuโ€™ dan sujud.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dalam kitab Ar-Raudhah; menyatakan bahwa 12 rakaโ€™at adalah jumlah rakaโ€™at sholat dhuha yang paling banyak. Pendapat ini didukung oleh Madzab Pendapat ini berdasarkan dari sebuah hadist yang berasal dari Anas radhiallahuโ€™anhu :

ู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุถุญู‰ ุซู†ุชูŠ ุนุดุฑุฉ ุฑูƒุนุฉ ุจู†ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ู‚ุตุฑุง ู…ู† ุฐู‡ุจ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ

Artinya โ€œBarangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.โ€ Namun hadis ini termasuk hadis dhaif. ( HR. Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib)

3. Dalam Al-Hawi lil fataawa; As- Suyuthi menguatkan pendapat bahwa sholat dhuha tidak memiliki batasan dalam jumlah rakaโ€™atnya. As- suyuthi menyatakan bahwa โ€œTidak terdapat hadis yang membatasi shalat dhuha dengan rakaat tertentu, sedangkan pendapat sebagian ulama bahwasanya jumlah maksimal 12 rakaat adalah pendapat yang tidak memiliki sandaran sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn Hajar dan yang lainnya.โ€ Di dalam kitab tersebut, As-Suyuthi juga mencantumkan beberapa pendapat dari para ulama syafiโ€™iyah serta para ulama malikiyah, yaitu :

  • Dari Al-Hafidz Al-โ€™Iraqi dalam Syarh Sunan Tirmidzi bahwa

โ€œSaya tidak mengetahui seorangpun sahabat maupun tabiโ€™in yang membatasi shalat dhuha dengan 12 rakaat. Demikian pula, saya tidak mengetahui seorangpun ulama madzhab kami (syafiโ€™iyah) โ€“ yang membatasi jumlah rakaat dhuha โ€“ yang ada hanyalah pendapat yang disebutkan oleh Ar-Ruyani dan diikuti oleh Ar-Rafiโ€™i dan ulama yang menukil perkataannya.โ€

  • Dari para ulama malikiyah, yaitu Imam Al-Baaji Al-Maliky dalam Syarh Al-Muwatthaโ€™ Imam Malik. Beliau mengatakan,

โ€œShalat dhuha bukanlah termasuk shalat yang rakaatnya dibatasi dengan bilangan tertentu yang tidak boleh ditambahi atau dikurangi, namun shalat dhuha termasuk shalat sunnah yang boleh dikerjakan semampunya.โ€

Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha pernah ditanya :

ุฃ ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุตู„ูŠ ุงู„ุถุญู‰ุŸ ูู‚ุงู„ุช ู†ุนู… ุฃุฑุจุน ุฑูƒุนุงุช ูˆูŠุฒูŠุฏ ู…ุง ุดุงุก ุงู„ู„ู‡

Artinya

โ€œApakah Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melakukan shalat dhuha?โ€ Beliau menjawab: โ€œYa, empat rakaat dan ditambahnya menurut kehendak Allah.โ€ (HR. Ibnu Majah, Muslim, dan Ahmad)

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *