Simak Kisah Hijrah Oki Setiana Dewi yang Sangat Menginspirasi

 

Oki Setiana Dewi

Oki Setiana Dewi lahir di Batam pada 13 Januari. Siapa yang tidak kenal dengan sosok Oki Setiana Dewi? Aktris yang namanya selalu muncul di acara stasiun televisi religi, Islam itu Indah.

Oki Setiana Dewi adalah sosok artis yang dikenal lewat perannya menjadi tokoh utama di film layar lebar berjudul Ketika Cinta Bertasbih pada tahun 2008. Sosoknya kini lebih dikenal sebagai ustadzah dan pendakwah muslimah yang menginspirasi. Oki mendapatkan penghargaan sebagai Aktris Wanita Terbaik pada Festival Petang Kreatif UI.

Bagaimana proses hijrah Oki Setiana Dewi hingga bisa menjadi sosok menginspirasi seperti sekarang? Simak kisahnya di bawah ini.

Merantau ke Jakarta Seorang Diri

Oki adalah anak sulung dari pasangan Sulyanto dan Yunifah Lismawati. Ketika Oki memasuki umur 16 tahun atau bertepatan saat kelas 2 SMA, Oki memilih meninggalkan Batam, kota kelahirannya menuju Jakarta. Alasannya adalah karena Oki ingin mengejar impiannya menjadi seorang artis.

kehidupan masa remaja Oki tidak seperti kehidupan masa remaja pada umumnya. Oki menghabiskan sisa waktu untuk mengikuti casting usai sekolah formal, namun tidak ada satu pun casting yang lolos. Oki hanya lolos menjadi pemeran pendukung.

Oki mengambil waktu pulang sekolah untuk menjadi pemeran pendukung. Oki mengaku selalu pulang subuh saat melakukan pekerjaan sampingannya itu, padalah pagi harinya Ia harus melanjutkan sekolah kembali. Karena Oki pada saat itu sangat membutuhkan uang.

Itu lah sebuah kegigihan Oki Setiana Dewi pada masa remaja. Saat itulah, Oki mulai berhijab.

Allah SWT menguji Oki setelah mengenakan hijab. Oki mendapat panggilan casting untuk mengisi sebuah film yang mengharuskannya melepas hijab. Oki sedih karena impiannya untuk menjadi artis selama ini ada di depan mata, tapi Oki harus menolaknya lantaran ia lebih taat pada Allah SWT.

Dari situlah, Oki berdoa kepada Allah SWT semoga diberi kemudahan dalam setip kesulitannya.

Ibunya Menderita Penyakit Kulit Langka

Oki mendapat kabar dari Batam bahwa Ibunya jatuh sakit dan hanya dokter dari Jakarta yang bisa menyembuhkan penyakitnya lantaran tersedianya banyak fasilitas.

Ibu Oki akhirnya berangkat ke Jakarta dan dirawat dengan fasilitas seadanya. Oki dan Ibunya sempat mengalami penolakan dari beberapa instansi kesehatan, namun akhirnya dapat juga diterima meski dengan keterbatasan.

Sebagai anak sulung, Oki memiliki tanggung jawab untuk merawat ibunya. Di tengah kondisi keterbatasan, Oki berjuang agar ibundanya segera sembuh.

Oki sedih melihat ibundanya sakit dan Oki bertanya apa yang diinginkan ibunya. Ibu Oki hanya ingin anaknya menjadi wanita sholeh. Sejak saat itu, Oki shalat kepada Allah SWT dan meminta kepada Allah SWT untuk memberinya keteguhan hati dan menjadikannya anak shaleh. Oki memantapkannya dengan berhijab.

Oki hanya mampu mengadu kepada Allah SWT kala itu karena saudaranya dan ayahnya jauh di Batam.

Menjadi Pemeran Utama di Film

Akhirnya Oki menjadi pemeran utama di sebuah layar lebar Indonesia. Oki awalnya hanya mengikuti audisi sebagai pemeran pembantu, tidak disangka akan dipilih menjadi pemeran utama di film Ketika Cinta Bertasbih. Film tersebut mengambil latar di Mesir dan Oki mendapat penghargaan sebagai aktris pendatang baru wanita terbaik dan aktris pendatang baru wanita terfavorit.

Sebelum memasuki puncak karirnya, Oki hanya seorang wanita yang berulang kali mendapat penolakan bahkan hanya menjadi pemeran figuran. Oki selalu direndahkan dan dicap tidak bisa menjadi apa-apa dengan hijab. Oki bisa membuktikan dengan prestasinya bahwa dengan hijab, Ia tetap bisa menjadi seseorang.

Kini terbukti, setelah Oki bermain peran di film Ketika Bertasbih, penawaran terus berlanjut dan Oki mengisi acara di sebuah talkshow Islam itu Indah sebagai penceramah.

Oki sempat dikabarkan ustadzah gadungan lantaran tidak mengeyam pendidikan keislaman dan bukan dari lulusan pesantren. Media massa menyebarkan hal buruk mengenai Oki dan membuat Oki sadar kembali akan reputasinya, bahwa semua yang diberi dan atas pencapaiannya hanyalah milik Allah SWT.

Oki shalat di sepertiga malam dan bersujud kepada Allah SWT meminta ampunan atas segala yang menimpah pada dirinya.

Mempedulikan Pendidikannya

Oki ditakdirkan untuk kuliah di Universitas Indonesia menjadi mahasiswi sastra Belanda. Oki mengikuti Komunitas Mahasiswa Islam yang membawa pengaruh besar pada kehidupannya karena komunitas tersebut begitu taat dengan dunia taklim dan dakwah. Oki aktif dalam organisasi perkampusan.

Oki juga melanjutkan pendidikannya setelah lulus S1, Oki belajar dan tinggal di rumah Quran Darul Tarbiyah Depok untuk menghafalkan al-Quran da belajar bahasa Arab di lembaga bahasa Universitas Umm al-Qura Mekkah.

Oki melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta jurusan pendidikan anak usia dini.

Begitulah kisah hijrah Oki Setiana Dewi sebagai salah satu publik figur yang sangat menginspirasi wanita muslimah Indonesia. Karirnya yang cemerlang tidak lepas dari perjuangannya di masa lampau. Keteguhan hati dan keistiqomahan Oki yang mengantarkannya menjadi wanita yang patut untuk ditiru.

Kisah Hijrah Oki Setiana Dewi tidak lepas dari dukungan orang tua dan doa orang tua.

Kisah Oki Setiana Dewi sangat menginspirai bagi pemudi yang sedang berhijrah. Semoga kisah ini bisa menguatkan keistiqomahan kita dalam memilih jalan yang Allah SWT ridhai.

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

Written by dalamislam