Singapura ‘Diamuk’ Corona, Tetangga Aman? Ini Kata Gubernur Kepulauan Riau


Jakarta

Singapura kini tengah kembali menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Lantas, adakah imbasnya pada Indonesia, khususnya di provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan langsung dengan Singapura?

“Meskipun fluktuasi COVID-19 di Singapura cukup tinggi, akan tetapi Alhamdulillah sampai saat ini tidak memberikan dampak signifikan sama sekali ke Kepri,” terang gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam diskusi daring, Senin (25/10/2021).

“Karena memang akses yang baru dibuka sampai saat ini adalah untuk pemulangan pekerja migran Indonesia baik dari Malaysia maupun Singapura dan sudah kita tangani itu secara baik, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menyebut, Kepulauan Riau hingga saat terpantau sukses mengatasi puncak COVID-19 pada gelombang kedua.

Ansar memaparkan berdasarkan data pada Sabtu (23/10/2021), kasus aktif yang ditangani tersisa 50 orang atau 0,09 persen. Dibarengi total angka kesembuhan 52.023 atau 96,65 persen. Sedangkan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 1.754 atau 3,26 persen.

Angka keterisian rumah sakit (BOR) juga disebut menurun hingga kini ada pada angka 2,82 persen, dengan positivity rate menurun hingga 0,15 persen.

“Sebagaimana diketahui pada bulan Juli 2021 yang lalu, kasus aktif kita juga cukup mengkhawatirkan tembus 7.000 kasus. Di mana kondisi hari ini Alhamdulillah telah berkurang dan saat ini tinggal 40 orang kasus aktif yang kita tangani,” bebernya.



Simak Video “Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar
[Gambas:Video 20detik]


Sumber : detik.com
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin