Studi: Olahraga Turunkan Risiko Kanker Payudara _*

Orang dewasa perlu melakukan aktivitas aerobik setidaknya 15 menit per pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Olahraga telah dikenal luas akan manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental. Salah satu manfaat kesehatan olahraga yang mungkin jarang diketahui adalah dapat menurunkan risiko kanker payudara.


Manfaat ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada JAMA Oncology. Studi yang berlangsung selama 12 bulan tersebut mendapati bahwa peningkatan olahraga dan penurunan lemak tubuh dapat menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan pascamenopause.


Saat ini, rekomendasi olahraga yang umum diberikan adalah 150 menit per pekan. Namun untuk menurunkan lemak total pada perempuan pascamenopause, studi ini lebih menganjurkan olahraga berintensitas sedang ke berat sebanyak 300 menit per pekan.


“Penurunan lemak tubuh dapat memainkan peran dalam menurunkan risiko kanker payudara,” ujar Cleveland Clinic seperti dilansir di Fox News, Kamis (14/10).


Hal senada juga diungkapkan National Cancer Institute. Menurut institusi ini, perempuan yang aktif secara fisik tampak memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah sekitar 12-21 persen dibandingkan perempuan yang tidak aktif secara fisik.


Para peneliti sependapat bahwa menjaga berat badan yang sehat merupakan kunci dalam menurunkan risiko kanker payudara. Untuk menjaga berat badan yang sehat, Mayo Clinic memiliki beberapa rekomendasi.


“Sebagian besar orang dewasa sehat perlu melakukan aktivitas aerobik sedang setidaknya 150 menit per pekan atau 75 menit aktivitas aerobik berat per pekan, ditambah latihan kekuatan setidaknya dua kali sepekan,” kata Mayo Clinic.


Di samping itu, Mayo Clinic juga menyoroti peran nutrisi pada risiko kanker payudara. Pengaturan pola makan yang tampak memiliki pengaruh baik dalam menurunkan risiko kanker payudara adalah diet Mediterania.


“Sebagian besar fokus diet Mediterania adalah makanan berbasis tumbuhan seperti buah dan sayur, biji-bijian utuh, legum, dan kacang-kacangan,” ujar Mayo Clinic.


Diet Mediterania juga lebih mengutamakan asupan lemak yang sehat. Misalnya, lebih mengutamakan minyak zaitun dibandingkan mentega.


“Mengonsumsi ikan dibandingkan daging merah,” jelas Mayo Clinic.


Beberapa perubahan gaya hidup lain juga dapat berkontribusi pada penurunan risiko kanker payudara. Beberapa diantaranya adalah menyusui, menghindari konsumsi alkohol, dan membatasi terapi hormon pascamenopause.


Yang tak kalah penting untuk dilakukan perempuan adalah mengenali tanda kanker payudara sebagai upaya deteksi dini. Bila mendapati adanya perubahan pada payudara seperti kemunculan benjolan atau perubahan warna, perempuan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.


“Juga tanya dokter Anda kapan sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan mammogram dan skrining lain dengan mempertimbangkan riwayat pribadi Anda,” ujar Mayo Clinic. 

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=417808724973321&version=v2.8"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
Sumber : republika.co.id
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin