Sulit Menjalani LDR? Ini Kata Psikolog _*

Long Distance Relationship (LDR) bisa menjadu tembok bagi pasangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Long-distance relationship (LDR) adalah tembok bagi banyak pasangan. Pasalnya, hubungan romantis seharusnya didasarkan didasarkan perjumpaan yang sering dan kontak fisik yang tak jarang.


“LDR dapat menjadi hubungan yang sulit, karena membutuhkan komunikasi yang jujur dan terbuka. Namun, apabila kedua pasangan berusaha, maka hubungan LDR itu bisa berhasil,” ujar Psikolog Riliv, Ni Made Putri Ariyanti, MPsi, Psikolog, dalam keterangannya dikutip Selasa (12/10).


Ni Made mengatakan, menjalani LDR memang tidak mudah tetapi bukan hal mustahil. Ia membagikan beberapa cara bagi pasangan suami istri yang menjalani LDR agar tetap nyaman menjalani hubungan.


 


Saling percaya terhadap satu sama lain


Dalam hubungan romantis pada umumnya, rasa percaya amat penting. Apalagi, dalam hubungan LDR, di mana kita hanya bisa berjumpa melalui layar dan mendengar suara satu sama lain di telepon.


Merasa sulit untuk mempercayai pasanganmu? Mulailah dengan meyakini bahwa ia juga menaruh kepercayaan terhadapmu. Maka, kalau kepercayaan itu dikhianati olehnya, artinya ia yang tidak becus dalam menjaganya. Jadi, bukan salahmu.


 


Lakukan komunikasi, tapi jangan mengekang


Komunikasi adalah kunci. Hal itu juga berlaku dalam hubungan LDR bahkan, lebih berarti. Karena, komunikasi yang menggunakan perantara seperti laptop atau gawai akan menimbulkan lebih banyak kesalahpahaman daripada komunikasi tatap muka.


Menyampaikan bahwa kamu tidak suka kalau pasanganmu tidak membalas chat-mu selama berjam-jam itu bagus. Namun, hati-hati saat berkomunikasi, ya. Bisa-bisa, kamu melewati batas dengan memaksakan keinginanmu kepada pasanganmu.


 


Posisikan dirimu sebagai pasanganmu


Salah satu ‘keuntungan’ dari hubungan LDR adalah kebebasan yang diberikan. Kamu bisa me-time lebih banyak dan bertemu teman lebih sering. Eits, tapi, jangan sampai terlena, ya!


Sebelum menerima ajakan untuk nge-date dari orang lain, atau merespons rayuan mereka, coba posisikan dirimu sebagai pasanganmu. Beberapa kilometer dari tempatmu, pasanganmu percaya kalau kamu tidak akan menyakitinya.


 


Jadikan LDR sebagai sebuah ‘tes’


Berhentilah berpikir bahwa LDR adalah sebuah hambatan yang harus disingkirkan dalam hubunganmu. Mulailah mengadopsi mindset, ‘kamu yang kuat menghadapi LDR bersama pasanganmu juga akan membuat hubungan itu lebih kuat lagi’.


Maka, nikmatilah LDR bersama pasanganmu. Bisa saja, LDR membuatmu mengevaluasi hubunganmu dalam perspektif yang baru sehingga hubunganmu akan menjadi lebih awet daripada sebelumnya. Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri bahwa kamu merasa insecure saat berada dalam hubungan LDR.


Baca juga : Pantangan Saat Membeli Rumah


Sumber : republika.co.id
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?