Syarat Wisata ke Bhutan, Negara Paling Bahagia di Dunia _*

Jakarta, CNN Indonesia —

Beberapa hari yang lalu, seorang wanita asal Amerika Serikat ramai diberitakan di media, karena menjadi satu-satunya wisatawan mancanegara (wisman) yang diizinkan masuk Bhutan.

Selama pandemi virus Corona, Bhutan memang menutup rapat gerbang pariwisatanya. Tak heran, kasus virus Covid-19 di Negeri Naga Petir bisa ditekan. Program vaksinasi juga berjalan mulus hingga menjangkau 90 persen populasinya.

Ada atau tidaknya pandemi, mengurus perjalanan ke Bhutan memang tidak mudah plus tidak murah. Peraturan ketat mengenai kunjungan wisman diterapkan negara kerajaan ini demi mencegah overtourism (serbuan turis).

Jadi sudah pasti saat visa terbit dan diizinkan datang, kita harus sangat menghormati budaya dan kehidupan penduduknya.

Sebagai antisipasi serbuan turis dan memeratakan pendapatan wisata kepada penduduknya, Bhutan memberi syarat agar semua wisman yang datang menggunakan jasa agen perjalanan resmi yang terdaftar oleh Tourism Council of Bhutan di situs www.tourism.gov.bt.

Kedutaan Besar Bhutan tidak membuka pelayanan visa, jadi wisatawan memang harus mengurusnya melalui agen perjalanan resmi tersebut.

Salah satu agen perjalanan wisata ke Bhutan yang sering digunakan wisatawan asal Indonesia ialah DrukAsia.

Mengutip tulisan di situs DrukAsia, diketahui kalau harga visa Bhutan bisa didapatkan setelah wisatawan membayar tarif harian, sesuai masa kunjungannya.

Tarif harian ini beragam, ada yang saat musim ramai turis (Maret, April, Mei, September, Oktober & November), dan ada yang saat musim sepi turis (Januari, Februari, Juni, Juli, Agustus & Desember).

Saat musim ramai turis tarif hariannya US$250 (sekitar Rp3,5 juta) per orang, saat musim sepi ramai turis US$200 (sekitar Rp2,8juta) per orang.

Kalau datang seorang diri, ditambahkan US$40. Sedangkan kalau datang berdua, ditambahkan US$30 per orang. Jika ingin murah, memang sebaiknya datang dengan rombongan lebih dari tiga orang.

Jangan kaget dulu karena dirasa mahal, karena tarif harian ini sebenarnya harga paket wisata dasar selama di Bhutan, meliputi visa, akomodasi di hotel berbintang tiga, transportasi, makanan dan minum, pemandu wisata, dan pajak.

Harganya mungkin bisa lebih mahal jika wisatawan memilih bermalam di hotel bintang lima atau melakukan kegiatan wisata lebih banyak.

Musim di Bhutan

DrukAsia mencatat, musim semi (September-November) menjadi musim paling ramai turis di Bhutan.

Sementara musim panas (Juni-Agustus), terbilang lebih sepi turis.

Musim dingin (Desember-Februari) juga menjadi masa favorit mengunjungi Bhutan. Apalagi saat itu langit di sekitar Pegunungan Himalaya bakal berwarna biru.

“Sekitar 20 persen wisatawan internasional datang di bulan Oktober. Kami sangat menyarankan wisatawan untuk memesan setidaknya tiga bulan sebelumnya jika Anda mempertimbangkan untuk bepergian di bulan Oktober. Wisatawan yang ingin menghindari keramaian namun menikmati cuaca terbaik mungkin ingin mempertimbangkan bulan Mei dan November. Jika Anda ingin berhemat sebanyak mungkin dengan harga serendah mungkin, pertimbangkan untuk bepergian di bulan Juni atau Desember. Anda akan menikmati harga low season sambil tetap menikmati cuaca yang menyenangkan,” tulis DrukAsia.

Informasi lebih lanjut mengenai syarat berkunjung ke Bhutan bisa diketahui melalui link ini dan link ini.

Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan kemudahan wisata ke Bhutan. Selalu cek situs resmi dan informasi di kalangan pelancong sebelum melakukan pembayaran.

[Gambas:Video CNN]

(ard)



Sumber : cnnindonesia.com
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?