Tafsir Surat Ali Imran Ayat 1: Makna Alif Lam Mim | Alhamdulillah Ya Mughni Shollu Alan Nabi

[ad_1]

Dalam Tafsir Al-Washit dikatakan bahwa nama lain bagi surat Ali Imran ini adalah surat al-Zahra’, Al-Aman, Al-Kanzu, Al-Mujadalah, dan surat Tayyibah.

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

ﺁلم

Alif lam mim.

Di dalam Tafsir Al-Qurthubi dikatakan, semua ulama yang pakar dalam ilmu tafsir berbeda pendapat dalam memaknai huruf-huruf yang ada di setiap pembukaan surat al-Quran. Misalnya, Amir as-Sya’bi, Sufyan As-Tsauri, dan mayoritas ulama hadis mengatakan bahwa huruf-huruf yang menjadi pembuka surat-surat dalam Al-Quran merupakan rahasia Allah SWT yang diletakkan dalam Al-Quran. Allah memiliki rahasia yang diletakkan-Nya di setiap kitab yang pernah diwahyukan-Nya.

Huruf-huruf seperti itu merupakan ayat-ayat Mutasyabihah, yaitu ayat-ayat yang hanya Allah SWT dapat mengetahui hakikatnya. Kita sendiri tidak wajib membicarakannya. Namun, kita tetap wajib mengimaninya dan wajib membacanya sebagaimana adanya.

Al-Baghawi mengutip pendapat Abul Laits as-Samarqandi, yang diriwayatkan dari Umar, Utsman dan Ibnu Mas’ud, berkata, “Huruf-huruf yang terpotong-potong dalam Al-Quran itu adalah perkara yang tersembunyi, yang tidak bisa ditafsirkan!”

Golongan yang lain berpendapat bahwa huruf-huruf yang menjadi pembuka surat-surat dalam Al-Quran ini wajib dibicarakan dan dibahas.

Kita dapat memetik hikmah yang tersembunyi di balik huruf-huruf itu. Ada banyak makna dan manfaat yang bisa digali dari sana. Ada banyak argumen yang mendukung hal itu.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ali bin Abi Thalib yang mengatakan, “huruf-huruf yang ada dalam Al-Quran itu merupakan nama Allah Yang Maha Agung (Ism al-A’zham), hanya saja kita tidak tahu cara menyusunnya.”

Qathrab, al-Farra’ dan yang lain mengatakan, “huruf-huruf tersebut merujuk pada huruf-huruf Hijayah, dimana Allah bertujuan untuk mengabarkan kepada bangsa Arab ketika mewahyukan al-Quran, bahwa al-Quran itu tersusun dari huruf-huruf yang menjadi fondasi dasar bahasa mereka sendiri. Supaya ketidakberdayaan bangsa Arab di hadapan Al-Quran semakin nyata. Sebab, Al-Quran tidak keluar dari aturan bahasa mereka sendiri.”

Qathrab juga menambahkan, seperti dikutip dalam penjelasan Tafsir al-Qurthubi,  setiap kali mendengarkan al-Quran, orang-orang kafir pasti kabur. Ketika mereka mendengar ayat “Alif Lam Mim” atau “Alif Lam Shad”, orang-orang kafir ini mengingkarinya. Dan ketika orang kafir mencoba menundukkan Nabi Muhammad SAW., beliau menghadapi mereka dengan membacakan Al-Quran yang tersusun dari huruf-huruf Hijaiyah tersebut, agar dapat membangun argumentasi terhadap mereka.

Sebagian ulama berpendapat, huruf-huruf di awal surat-surat Al-Quran itu adalah nama-nama Allah yang ditulis secara akronim. Seperti pendapat Ibnu Abbas RA., huruf Alif adalah Alif yang ada pada lafal Allah. Huruf Lam adalah Lam yang ada pada lafal Jibril. Huruf Mim adalah Mim yang ada pada lafal Muhammad.

Az-Zujaj lebih cenderung memilih pendapat semacam ini, yang senada dengan pandangan Ibnu Abass RA. Az-Zujaj mengatakan, “menurutku, setiap huruf dalam al-Quran itu memiliki makna.

Bangsa Arab sendiri sudah mempraktekkan cara berkomunikasi dengan huruf-huruf yang terpotong-potong, baik secara gramatika maupun praktek komunikasi, yaitu dengan menggantikan huruf-huruf di tempat kalimat-kalimatnya. Contoh: faqultu laha qifi faqolat qof (aku berkata pada perempuan: berhentilah! Lalu perempuan itu menjawab: Qof). Huruf Qof di sini dimaksudkan Waqoftu (Aku berhenti!).”

Alhasil, kita diberi dua alternatif. Pertama, kita dapat mengikuti golongan yang memilih untuk berdiam dan tidak menafsiri huruf-huruf pembuka surat-surat al-Quran, seperti yang terjadi pada ayat 1 surat Ali Imran ini. Kedua, kita dapat mengikuti golongan yang memilih untuk menafsirinya dan menyebutnya sebagai asma’ al-a’zham (nama-nama teragung bagi Allah SWT).

Wallahu A’lam.


[ad_2]
Source : islami.co
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin