Ternyata Manusia Makan Keju dan Bir Sejak 2.700 Tahun Lalu _*

Jakarta, CNN Indonesia —

Keju dan bir bisa jadi pasangan yang saling cocok satu sama lain. Namun pasangan keduanya ini bukan baru dipertemukan di zaman modern.

Nyatanya, menurut studi, pasangan keju dan bir ini menggambarkan seberapa dalamnya akar budayanya di Eropa. Kebiasaan makan keju dan bir ini ternyata sudah dimulai sejak 2.700 tahun lalu.

Para ilmuwan membuat penemuan dengan menganalisis sampel kotoran manusia yang ditemukan di jantung tambang Hallstatt di Pegunungan Alpen Austria. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada hari Rabu.

Mengutip AFP, Frank Maixner, ahli mikrobiologi di Eurac Research Institute di Bolzano, Italia, yang merupakan penulis utama laporan tersebut, mengatakan dia terkejut mengetahui bahwa penambang garam lebih dari dua milenium lalu cukup maju untuk melakukan fermentasi makanan.

“Ini sangat canggih menurut saya,” kata Maixner kepada AFP.

“Ini adalah sesuatu yang tidak saya harapkan saat itu.”

Temuan ini disebut sebagai bukti paling awal (sampai saat ini) soal pematangan keju di Eropa, menurut para peneliti. Ini berbeda dengan bir. Konsumsi alkohol didokumentasikan dengan baik dalam tulisan-tulisan tua dan bukti arkeologis, kotoran penambang garam mengandung bukti molekuler pertama konsumsi bir di benua itu pada waktu itu.

“Menjadi semakin jelas bahwa tidak hanya praktik kuliner prasejarah yang canggih, tetapi juga bahwa bahan makanan olahan yang kompleks serta teknik fermentasi telah memegang peran penting dalam sejarah makanan awal kita,” kata Kerstin Kowarik dari Museum Sejarah Alam Wina.

(chs)

[Gambas:Video CNN]



Sumber : cnnindonesia.com
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?