Trik Menghadapi Anak Picky Eater _*

Butuh setidaknya 15 kali usaha sampai anak mau mencoba makanan baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu masalah yang sering dihadapi orang tua dengan anak usia satu sampai dua tahun adalah pilih-pilih makanan atau picky eater. Hal ini kerap membuat ibu pusing karena di satu sisi ibu sadar si kecil masih membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya.


Bagaimana menghadapi anak yang tidak sekadar susah makan tetapi selalu pilih-pilih makanan? Dokter spesialis anak, dr Herbowo Agung F Soetomenggolo Sp.A (K), menjelaskan, pilih-pilih makanan sebenarnya hal normal dan terjadi juga pada orang dewasa. Namun, pada anak-anak yang baru mulai belajar makan, hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.


Ada banyak penyebab anak sulit makan. Menurut dia, yang pertama karena karakter anak memang keras, jadi hanya mau makan itu-itu saja. 


Kedua, pola pemberian makan dari orang tua yang tidak bervariasi. “Ketiga, ada gangguan atau penyakit pada anak seperti alergi dan yang lebih jarang adalah karena kondisi yang disebut sensory processing disorder, yakni gangguan input sensorik, misalnya anak terlalu jijik dengan makanan lembek, bahkan ada anak yang ketakutan dengan nasi, ” jelas dr Herbowo dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (10/10).


Dia mengatakan, pola makan saat hamil ikut memengaruhi kebiasaan makan anak. Misalnya ibu hamil yang hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu, maka si janin menjadi terbiasa hanya mengenali jenis makanan yang terbatas.


Menurut dr Herbowo, cara menghadapi anak picky eaters adalah dengan sabar dan tidak lelah mengenalkan berbagai pilihan makanan baru, sejak anak MPASI. “Jangan menyerah mengenalkan jenis makanan baru meskipun ditolak oleh anak, karana penelitian menunjukkan, dibutuhkan setidaknya 15 kali usaha sampai anak mau makan makanan baru tersebut,” ujarnya.


Satu hal yang sangat penting dalam menghadapi anak yang piih-pilih makanan adalah tidak membuat anak semakin stres. Makan adalah bagian dari proses belajar sehingga menurut dr Herbowo, harus dilakukan dengan suasana menyenangkan.


Dia mengatakan, biarkan meja makan berantakan saat si kecil makan karena ia sedang belajar. Selain itu, buat jadwal makan. Meskipun anak tidak menyentuh makanannya, usahakan dia mau duduk di meja makan saat jam makan. 


“Kuncinya adalah sabar dan selama diawasi dengan baik, lama-lama anak akan mau makan apapun yang kita hidangkan,” ujarnya.


Sumber : republika.co.id
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?