Wajib Salat | Republika Online | Astaghfirullah

Ada seorang anak bertanya: Mengapa salat yang lima kali dalam sehari itu tidak disatukan saja, dilaksanakan sekali dalam seminggu seperti agama-agama lainnya. Apa hikmah yang terkandung di dalamnya? Anak itu merasakan pelaksanaan salat yang lima kali dalam sehari itu terlalu berat. Mungkin lantaran ia belum terbiasa melakukannya, dan kedua ia membandingkannya dengan agama-agama lainnya yang pelaksanaannya seminggu sekali. Jadi wajar bagi seorang anak yang baru mulai belajar salat mempertanyakan hal itu.


Allah berfirman dalam Alquran, (Lukman berkata): ”Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS 31, 16).

Kemudian pada ayat berikutnya dijelaskan: ”Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS 31, 17)

M Yunan Nasution dalam bukunya Pegangan Hidup menyebutkan, ibadah salat yang dilaksanakan lima kali tiap-tiap hari itu mengandung hikmah yang luas dan mendalam. Hal itu menunjukkan bahwa salat tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia (umat Islam) sehari-hari. Dan, rutinitas pelaksanaan salat yang lima kali dalam sehari itu merupakan satu bagian yang tidak terlepas dari kehidupan itu sendiri.

Salat adalah ibadah yang mula pertama diwajibkan Allah. Kemudian setelah itu datanglah perintah melaksanakan ibadah puasa, zakat, dan haji. Semua ibadah diperintahkan kepada Rasulullah saw dengan perantaraan wahyu. Tapi, ibadah salat itu langsung disampaikan kepada Nabi Muhammad ketika beliau menjalani mikraj ke Sidratul Muntaha. Dia beraudiensi langsung kepada Allah Ta’ala.

Salat itu adalah ibadah yang diwajibkan kepada setiap pemeluk agama Islam. Dan, tiap-tiap waktu salat itu mempunyai jangka waktu masing-masing. Dimulai dari Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib, dan Isya. Apabila lewat dari jangka waktu yang ditetapkan, maka tidak sah lagi salat yang dikerjakan itu. Ini merupakan satu latihan dan pendidikan kepada manusia supaya selalu waspada menjaga waktu.

Peristiwa ini mengandung falsafah dan kesan yang dalam bahwa manusia haruslah selalu memperbarui hubungan dan ingatannya dengan Khalik yang menciptakannya. Selain itu, ibadah salat mengandung tujuan pula untuk membentuk umat yang satu, ummatan wahidah, antara manusia yang berbeda-beda bangsa, bahasa, dan adat-istiadat. Karena itulah ibadah salat diwajibkan bagi setiap umat Islam untuk melaksanakannya lima kali sehari sesuai dengan apa yang telah dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw.  (ah)

User Online

Sumber : republika.co.id

Featured Image : freepik

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.