Waktu yang Baik untuk Membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jum’at

Hari Jum’at merupakan hari yang istimewa dalam Islam. Hari Jum’at seringkali disebut rajanya hari dan memiliki keutamaan tersendiri bagi setiap muslim yang mengerjakan amalan-amalan tertentu pada hari tersebut.

Banyak bentuk ibadah yang ditetapkan sebagai amalan-amalan sunnah yang dapat dikerjakan pada hari Jum’at, misalnya bersuci sebelum shalat Jum’at dan membaca surat Al-Kahfi. Nah, artikel kali ini akan mengupas secara khusus mengenai amalan sunnah membaca surat Al-Kahfi.

Tentang Surat Al-Kahfi

Surat Al-Kahfi berasal dari Bahasa Arab yaitu kata al-kahf yang berarti gua. Surat ini merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur’an yang memuat kisah utama mengenai Ashabul Kahfi (para penghuni gua).

Istilah Ashabul Kahfi digunakan untuk menyebut sekumpulan pemuda yang berupaya mempertahankan keimanan mereka di tengah-tengah kemungkaran kaum tempat mereka tinggal. Allah SWT berfirman,

(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: ‘Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami’.” (QS. Al-Kahfi: 10)

Dalam ayat surat Al-Kahfi, dikisahkan bahwa Allah SWT mengabulkan do’a mereka dengan memberikan perlindunganNya.

Allah memberikan perlindungan dengan cara membuat mereka tidur selama kurang lebih 300 tahun di dalam gua. Kisah mengenai Ashabul Kahfi ini mengandung hikmah yang dapat kita ambil bahwa Allah senantiasa akan menolong setiap hambaNya yang beriman.

Banyaknya hikmah yang dapat diambil menjadi keutamaan surat Al-Kahfi hingga dianjurkan untuk dibaca umat muslim, khususnya pada hari Jum’at. Penyebutan hari Jum’at di sini masih terlalu luas.

Dapat bermakna mulai dari pagi hingga malam hari, hanya siang hari atau lainnya, sehingga muncul pertanyaan perihal waktu yang baik untuk membaca surat Al-Kahfi.

Waktu Membaca Surat Al-Kahfi

Membaca Al-Qur’an termasuk surat Al-Kahfi hendaknya telah menjadi rutinitas seorang muslim. Hanya saja, hadits telah memuat mengenai anjuran membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at.

Adapun keterangan mengenai waktu yang baik untuk membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at secara spesifik akan merujuk pada dua hadis di bawah ini.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (HR. Ad-Darimi 3470 dan di-shahih-kan Al-Albani dalam Shohihul Jami’i, 6471).

Hadits ini menunjukkan membaca surat Al-Kahfi merupakan amalan sunnah di malam Jum’at. Malam Jum’at yakni jatuh pada Kamis malam atau malam sebelum hari Jum’at pada keesokan harinya.

Sabda Rasulullah SAW,

Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An-Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Merujuk hadits ini, tidak ada batasan khusus mengenai hari Jum’at sebagai waktu yang baik untuk membaca surat Al-Kahfi. Dengan demikian, setiap muslim dapat memperoleh keutamaan istiqomah dalam beribadah dari membaca surat Al-Kahfi pada setiap Jum’atnya.

Adapun kisaran waktu yang dapat dijadikan dasar penentuan hitungan 1 hari Jum’at ialah hitungan kalender hijriyah.

1 hari dihitung dari awal malam (tepat dengan tenggelamnya matahari malam itu) dan berakhir dengan tenggelamnya matahari pada keesokan harinya (di sore hari), sehingga 1 hari Jum’at dapat disimpulkan dimulai dari tenggelamnya matahari pada Kamis sore hingga tenggelamnya matahari pada Jum’at sore.

Waktu membaca surat Al-Kahfi dengan ini cukup panjang dan dapat kita pilih di sela aktivitas-aktivitas lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai waktu membaca surat Al-Kahfi yang baik pada hari Jum’at. Semoga bermanfaat !

Sumber : Dalamislam.com
Keistimewaan Shafiyah binti Huyay, Sosok Ummul Mukminin
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.


Posted

in

by