Yuk Ikut Diskusi Cegah Kawin Anak oleh RumahKitaB, Cek Tautan Ini ya _*

Rumah KitaB kembali menyelenggarakan seminar daring (Webinar) Nasional Pencegahan Perkawinan Anak untuk melaporkan pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan program BERPIHAK. Program BERPIHAK adalah program pencegahan perkawinan anak di tiga wilayah yaitu Cianjur, Sumenep dan Lombok Utara yang dikelola atas dukungan the Ford Foundation dan Ditjen Bangda Kemendagri.

Tema webinar ini adalah “Peran Para Pelopor Pencegahan Perkawinan Anak di Wilayah Terdepan” (Pionir dari Frontier), akan diselenggarakan secara daring Rabu, 22 Juli 2020, pukul 09.00-12.00 WIB (akses Zoom: https://us02web.zoom.us/j/86157242436?pwd=R1NhbG4zM2liNTFHaWNSUkpBREd0UT09, Meeting ID: 861 5724 2436, Passcode: BERPIHAK).

Melalui tema itu, seminar akan menghadirkan para pelaku langsung pencegahan perkawinan anak di tiga daerah itu. “Sudah saatnya, mereka sendiri, para pionir dari tiga wilayah itu  yang bicara apa yang telah dilakukan, bagaimana beratnya upaya ini sekaligus memastikan keberlanjutan program  yang telah dirintis Rumah KitaB dan mitra daerahnya,” demikian Lies Marcoes, Direktur Rumah KitaB menjelaskan  tentang format seminar ini.

Tiga pengelola program wilayah; Nurasiah Jamil dari Cianjur, Nurul Sugiyati dari Sumenep, dan Nursyida Syam akan menyampaikan tantangan upaya pecegahan ini dalam konteksnya masing-masing wilayah. Bersama mereka, akan hadir narasumber untuk memberi tanggapan, yaitu Bupati Sumenep, Bapak K.H. Abuya Busro Karim M. Si, Bapak Asep Suparman, S.Sos, M.Si, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Cianjur, dan Bapak Bagiarti, S.H., Anggota DPRD dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara.

Dalam seminar ini, Dr. Alexander Irwan, Regional Director The Ford Foundation (atau yang mewakili) dan Dr. Hari Nur Cahaya Murni, PLH Dirjen Bangda Kemendagri akan memberikan sambutan terkait relevansi program ini. Bagi Ford Foundation. “Pembelajaran terpenting dari program BERPIHAK adalah kita bisa melihat bagaimana bekerja di wilayah yang sulit akibat bencana, kemiskinan akut dan budaya yang menganggap perkawinan anak adalah biasa, dengan rumus mengajak semua pihak menggunakan segala daya”.  Dalam seminar ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si, dijadwalkan akan hadir menyampaikan Pidato Kunci.

Mewakili Rumah KitaB, Fadilla Putri melaporkan program berikut tantangannya serta upaya mencari jangkar dalam bekerja dengan para pionir ini:

Di Lombok Utara, Rumah KitaB bermitra dengan Klub Baca Perempuan, membangun budaya literasi dan memberi ruang ekspresi kepada remaja untuk mengatasi trauma akibat bencana gempa sekaligus menghindari penyelesaian masalah melalui perkawinan anak.

Di Cianjur, aparat pemerintah berhadapan dengan semakin menguatnya sikap eksklusif dan konservatif sebagai respons atas ekses perubahan sosial yang ditimbulkan oleh industri wisata. Salah satu yang terdampak adalah semakin terbatasnya interaksi sosial kelompok perempuan. Rumah KitaB bermitra dengan Pemerintah Daerah, dan lintas sektor termasuk ormas kegamaan, pesantren, dan kelompok perempuan.

Di Sumenep, survei indeks penerimaan perkawinan anak (Rumah KitaB dan UNICEF, 2017) menunjukkan jumlah lelaki yang menerima praktik perkawinan anak lebih tinggi daripada perempuan karena kuatnya ikatan mereka kepada tradisi dan budaya. Rumah KitaB bermitra dengan Pemerintah Daerah dan organisasi lokal membangun penyadaran kepada para pendidik dan aparat. []

 

Source : islami.co
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?